27.1.09

Gerhana Matahari 26 Januari 2009

Wah sangat disayangkan aku gak bisa ngelihat gerhana matahari di jogja karena cuaca yang mendung membuat matahari terhalang, padahal aku ingin sekali melihat gerhana matahari tersebut secara langsung lho. Tapi katanya sih bisa mengakibatkan kebutaan, bener gak ya...???

By the way nanti di bulan juli akan terjadi lagi keajaiban ini. ya.... kita tunggu aja,

Sebenernya apa sih yang di maksud dengan gerhana matahari ? Kalau dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang pernah kita pelajari dahulu, fenomena gerhana matahari adalah seperti pada gambar ini.


Posisi gerhana matahari adalah bulan berada di tengah-tengah antara matahari dan bumi. Jadi, bulan ketika itu menghalangi sinar matahari yang akan sampai ke bumi. Ini gambaran singkat mengenai gerhana matahari.

Menurut pakar bahasa Arab, mereka mengatakan bahwa kusuf adalah terhalangnya cahaya matahari atau berkurangnya cahaya matahari disebabkan bulan yang terletak di antara matahari dan bumi. Inilah yang dimaksud gerhana matahari. Sedangkan khusuf adalah sebutan untuk gerhana bulan. (Al Mu’jamul Wasith, hal. 823)

Jadi ada dua istilah dalam pembahasan gerhana yaitu kusuf dan khusuf. Kusuf adalah gerhana matahari, sedangkan khusuf adalah gerhana bulan.

Definisi yang tepat jika kita katakan: Kalau kusuf dan khusuf tidak disebut berbarengan maka kusuf dan khusuf bermakna satu yaitu gerhana matahari atau gerhana bulan. Namun kalau kusuf dan khusuf disebut berbarengan, maka kusuf bermakna gerhana matahari, sedangkan khusuf bermakna gerhana bulan. (Lihat Syarhul Mumthi’ ’ala Zadil Mustaqni’, 2/424, Dar Ibnul Haitsam)

Pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin inilah yang akan ditemukan dalam beberapa hadits. Kadang dalam suatu hadits menggunakan kata khusuf, namun yang dimaksudkan adalah gerhana matahari atau gerhana bulan karena khusuf pada saat itu disebutkan tidak berbarengan dengan kusuf.


Nah sekarang memasuki pembahasan mengenai benarkah melihatnya bisa mengakibatkan kebutaan?
Ini jawabannya: Mata kamu memiliki retina tempat ”menerima” cahaya yang masuk dan diolah oleh otak sebagai ”gambar” yang kamu lihat, (selengkapnya baca disini). Matahari adalah sumber cahaya yang ”kuat” yang jika kita melihatnya, maka sinar matahari –seperti halnya cahaya lain yang masuk ke mata—akan menuju retina. Jika retina terkena cahaya kuat yang terus menerus dan juga panas, maka retina akan ”hangus” dan rusak, akibatnya adalah pengelihatan kamu terganggu bahkan bisa menjadi buta. Sayangnya mata tidak memiliki ”alarm” rasa sakit pada saat retina kamu ”terbakar”, sehingga yang bisa kamu lakukan adalah berhati-hati terhadap benda-benda yang kamu lihat.

Saat gerhana matahari, orang-orang akan ”tergoda” untuk memandang langsung matahari, sesuatu yang pada saat normal pun memang dapat ”membahayakan” mata kamu. Saat gerhana matahari terjadi, tidak sepenuhnya matahari tertutup oleh bulan, bahkan hingga saat terakhir sebelum gerhana matahari total terjadi, masih ada sedikit matahari yang ”mengintip” berupa sabit, itu sudah cukup membuat rusak retina mata kamu.

Namun pada saat gerhana matahari total terjadi, kamu bisa memandang matahari yang sedang ”gelap” itu dengan segala keindahannya yang langka, INGAT, kamu hanya oleh memandang pada saat bulan menutupi matahari secara total (bukan sebagian).

Tidak ada yang perlu dikhuatirkan tentang bahaya radiasi saat gerhana matahari. Pada saat normal maupun terjadi gerhana matahari, matahari tetap memancarkan energi dan radiasi seperti biasanya. Jadi kamu masih tetap boleh bermain-main atau berada di luar rumah pada saat gerhana matahari terjadi.


Referensi :
www.muslim.or.id
www.b0cah.org

No comments:

Post a Comment