17.4.09

Melawan demam berdarah bagian 2

Di CITO Laboratorium

Dokter menyarankan agar sore ini aku ke CITO (salah satu laboratorium yang ada di Jogja) dan diberikan surat pengantar oleh dokter di GMC. Ternyata temanku yang mengantarkan aku pun disuruh cek darahnya, setelah menerima surat pengantar aku dan temanku segera ke lab. CITO. Sekitar pukul 16.30 aku melakukan cek darah. Aku terkejut ketika yang mengambil darahku adalah seorang wanita yang mungkin usianya
sekitar 23-25 tahun-an, tanganku disentuh dan jarumpun masuk kedalam tangan kiriku. Aku merasa tubuh ini lemas ketika selesai proses pengambilan darah. Aku binggung harus bagaimana, apakah aku harus menolak untuk hal ini? Apa ini termasuk darurat sehingga membolehkan seorang laki-laki disentuh oleh seorang wanita?

Menunggu Hasil Pemeriksaan Darah

Rasa pegal ditanganku mulai terasa, entah bagaimana hasilnya aku harus menunggu karena hari ini juga hasil tersebut harus diberitahukan kepada dokter yang di GMC. Sambil menunggu hasil tersebut kami berdua menunaikan sholat ashar, biarpun tubuh ini sakit aku harus tetap menjalankan ibadah yang wajib ini. Kupaksakan tubuh ini untuk menuju ke arah musholah yang ada di lantai dua. Sangat berat sekali langkah ini jika tubuh sedang tidak fit. Belum lagi aku merasakan dingin yang sangat. Aku bertayamum dengan debu yang ada di jendela maupun meja. Kami sholat berjama'ah, temanku yang menjadi imam. Seusai sholat, tubuhku berat sekali untuk digerakkan sehingga akupun tiduran di musholah untuk beristirahat sejenak sambil menunggu hasilnya.

Berita Buruk

Hasilnya pun telah kudapatkan, surat yang ada di dalam amplop itu harus segera keberikan kepada dokter di GMC. Biaya yang ku bayar hanya 25 % dari harga yang ditentukan. Diperjalanan aku membuka surat itu, tapi sama sekali aku tidak paham isi dan maksud surat tersebut. Ada hemoglobin, lekosit, trombosit dan kata-kata ilmu kedokteran yang lainnya. Sesampainya kembali di GMC seperti kebanyakan orang ketika datang yaitu mendaftar dan menunggu di ruang tunggu sampai namanya dipanggil. Setelah dipanggil barulah diberitahu ruangannya. Namaku dipanggil, dan aku menuju keruangan periksa dan dengan dokter yang sama. Hasil dari laboratorium CITO ku serahkan kepada dokter, setelah dibuka dan dibacanya dokter sedikit menjelaskan isi dari surat tersebut, dimana trombosit yang kumiliki dibawah normal (atau 93). Dokter mengatakan kalau aku sudah terkena demam berdarah. Dokter menanyakan “kamu tinggal sama siapa di kos?” aku tinggal sendiri, teman kos ku sedang pulang, jawabku. Memang saat itu masa-masa liburan semester, tetapi tidak untuk jurusan aku. Kemudian dokter menyarankan agar aku dirawat di rumah sakit saja terlebih dahulu di rumah sakit Sardjito sampai keadaan mulai membaik. Untuk biaya hanya bayar 25% nya saja. Tapi aku tidak minat untuk dirawat dirumah sakit, belum lagi biaya dan perawatan di sana cukup mahal, aku pun memilih melawan penyakit tersebut dan bertahan, tapi dokter menyarankan agar setiap 8 jam melakukan cek darah.

Bersambung.........



No comments:

Post a Comment