27.8.09

Kurang Latihan adalah Penyebab Kegagalan

Salah satu penyebab kegagalan adalah kurangnya latihan, hal ini sering aku alami, terutama ketika menghadapi ujian teori ataupun praktikum. Bisa di bilang hampir setip ahad dalam 1 semester dalam kuliah, aku lalui ujian dan aku merasakan kesenangan jika ujianku berhasil alias aku lalui dengan mudah dan terkadang aku merasa kesal atau stress ketika aku gagal dalam ujian aku sehingga rasa menyesal selalu ada dalam diriku, dalam hatiku mengatakan kenapa kemarin-kemarin aku tidak belajar dengan serius dan sering-sering latihan ketika praktikum? Kenapa aku malah sering dan selalu bermain-main atau bercanda ketika belajar dan praktikum?



26.8.09

Smadav 2009 Rev. 6




Smadav 2009 Rev. 6 akhirnya dirilis ke publik setelah disempurnakan dan dites selama sebulan lebih di lab Smadav. Revisi kali ini adalah revisi terbesar yang pernah dilakukan di Smadav. Bisa dikatakan ini adalah versi terbaik Smadav yang pernah ada. Sangat banyak penyempurnaan yang dilakukan, penyempurnaan utamanya adalah pada engine scanner, fitur karantina, proteksi registration key, penanganan error, dan masih banyak lagi. Untuk yang lebih lengkap silakan lihat di daftar paling bawah.

Pada Rev. 6 kali ini telah ditambahkan pendeteksi dan pembersih tuntas 100 virus lokal terbaru, diantaranya yang sedang banyak menyebar adalah Virus AlbumBokep, Yuyun, Deadlock, Fullhouse, dll. Mulai saat ini Smadav akan lebih akurat dalam penghapusan/pembersihan file, file document (doc atau xls) sekarang sudah dapat dibersihkan dari infeksi virus tanpa perlu mengkarantinanya. Rev. 6 menggunakan Teknik scanning dan heuristik baru yang lebih cepat dan akurat baik untuk mendeteksi virus yang sudah ada di database maupun virus varian baru.

Baca lebih lanjut


Sumber: www.nafarin.com

23.8.09

Manfaatkan Bulan Ramadhan Dengan Ikut Berbuka Shaum Di Masjid Sekitar UGM

Buka shaum bersama di masjid jadi teringat Ramadhan tahun yang lalu, walau pindah kos di desa yang berbeda, untuk berbuka shaum hampir sama, yaitu mendapat makan gratis tentunya. Di bulan Ramadhan memang bisa menghemat uang, apalagi untuk anak kos bisa dibilang cukup membantu sekali.


Kalau Ramadhan yang lalu aku masih kos di desa Pogung Kidul sehingga untuk berbuka shaum, aku memilih masjid MPR (masjid Pogung Raya) yang berada di desa Pogung Dalangan, lokasi masjid tersebut tidak begitu jauh karena hanya menghabiskan waktu selama kurang lebih 10-15 menit jika dilalui dengan berjalan kaki. Biasa aku berangkat dari kos pukul 17.00, dan mengikuti kajian sambil menunggu berbuka. Nah sekarang pun aku ingin seperti Ramadhan tahun lalu, yaitu ikut berbuka shaum di masjid. Alhamdulillah masjid dekat kos (Masjid Nurul Iman) menyediakan juga makanan untuk berbuka puasa. Ayo siapa yang mau ikutan berbuka? Gratis loh…

Beberapa masjid di sekitar kampus UGM Jogjakarta memang biasanya menyediakan makanan untuk berbuka shaum Ramadhan. Terutama di Maskam (Masjid Kampus UGM), tapi sayang lokasinya agak jauh dari tempat kos ku. Sekarang untuk maba (mahasiswa baru) bergembiralah jika bulan Ramadhan tiba, karena selain kalian bisa berkuliah di kampus ternama ini, kalian juga bisa memanfaatkan masjid-masjid yang ada untuk berbuka shaum Ramadhan.


22.8.09

Apa Penyakit Batuk Ku Karena TBC ?


Sabtu yang lalu tanggal 15 Agustus 2009. Tepatnya setelah aku dibangunkan dari tidur pada pagi hari oleh temanku untuk menunaikan sholat Subuh berjama'ah di masjid Nurul Iman Blimbingsari. Aku merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Diriku ini serasa tidak bisa berbuat apa-apa, yang aku rasakan adalah demam.


Entah apa yang menyebabkan saya terkena demam? Memang sih sebelumnya saya terkena batuk dan filek (flu) selama 2 ahad, dan sempat terhenti (batuk dan flu) selama kurang lebih 6 hari, tapi ketika kunci kamarku hilang (bukan hilang sih, tapi hanya tertinggal di kantong jaket yang mana jaketku tersebut tertukar setelah mencuci tangan ketika selesai praktikum kerja bengkel). Dan aku menginap di kamar teman, dan sebelum tidur batuk-batuk ku kambuh lagi. Padahal sebelumnya aku masih sehat dan juga masih sempat ikut fitness. Sebenarnya sakit apa sih aku ini? Apa mungkin karena kelelahan saja ya?

Sempat juga aku mengira kalau aku menderita TBC (suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil /kuman TBC), dengan membaca sebuah lembaran yang aku baca mengenai "Stop TB" aku mendapat info kalau ciri-ciri penyakit TBC adalah sebagai berikut:

* Batuk terus menerus disertai dengan dahak selama 3 ahad atau lebih.
* Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah.
* Sesak nafas dengan rasa nyeri di dada.
* Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun.
* Berkeringat malam hari walau tanpa aktifitas.
* Demam meriang lebih dari sebulan.

Aku masih ragu, apakah aku menderita penyakit tersebut? Kalau dilihat-lihat untuk nomer 1 memang aku sudah merasa terkena penyakit tersebut, tapi untuk nomer 2 belum aku alami. Kayaknya harus ditanyakan deh ke dokter.



21.8.09

Beginilah Seharusnya Sikap Seorang Salafy

Judul Asli: Persatuan adalah Ciri Golongan Yang Selamat

Penyusun: Abu Mushlih

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Apakah karakteristik paling menonjol dari Golongan Yang Selamat (Al Firqah An Najiyah)? Dan apakah adanya kekurangan (yang ada pada diri seseorang) dalam salah satu di antara karakter ini lantas mengeluarkan orang tersebut dari Golongan Yang Selamat?"

Jawaban
Beliau rahimahullah menjawab, "Karakter paling menonjol yang dimiliki oleh Golongan Yang Selamat adalah berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hal akidah (keyakinan), ibadah (ritual), akhlak (budi pekerti), dan mu'amalah (interaksi sesama manusia). Dalam keempat perkara inilah anda dapatkan Golongan Yang Selamat sangat tampak menonjol ciri mereka:

Adapun dalam hal akidah; anda bisa jumpai mereka senantiasa berpegang teguh dengan keterangan dalil Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu meyakini tauhid yang murni dalam hal Uluhiyah Allah, Rububiyah-Nya serta Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya.

Adapun dalam hal ibadah; anda jumpai golongan ini tampak istimewa karena sikap mereka yang begitu berpegang teguh dan berusaha keras menerapkan ajaran-ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menunaikan ibadah, yang meliputi jenis-jenisnya, cara-caranya, ukuran-ukurannya, waktu-waktunya dan sebab-sebabnya. Sehingga anda tidak akan menjumpai adanya perbuatan menciptakan kebid'ahan dalam agama Allah di antara mereka. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat beradab terhadap Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya dengan menyusupkan suatu bentuk ibadah yang tidak diijinkan oleh Allah.

Sedangkan dalam hal akhlak; anda pun bisa menjumpai ciri mereka juga seperti itu. Mereka tampil istimewa dibandingkan selain mereka dengan akhlak yang mulia, seperti contohnya : mencintai kebaikan bagi umat Islam, sikap lapang dada, bermuka ramah, berbicara baik dan pemurah, pemberani dan sifat-sifat lain yang termasuk bagian dari kemuliaan akhlak dan keluhurannya.

Dan dalam hal mu'amalah; anda bisa jumpai mereka menjalin hubungan dengan sesama manusia dengan sifat jujur dan suka menerangkan kebenaran. Dua sifat inilah yang diisyaratkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam sabdanya, "Penjual dan pembeli mempunyai hak pilih selama keduanya belum berpisah. Apabila mereka berdua bersikap jujur dan menerangkan apa adanya niscaya akan diberkahi jual beli mereka. Dan apabila mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat barangnya) maka akan dicabut barakah jual beli mereka berdua." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adanya kekurangan pada sebagian karakter ini tidak lantas mengeluarkan individu tersebut dari keberadaannya sebagai bagian dari Golongan Yang Selamat, namun setiap tingkatan orang akan mendapatkan balasan sesuai amal yang mereka perbuat. Sedangkan kekurangan dalam sisi tauhid terkadang bisa mengeluarkan dirinya dari Golongan Yang Selamat, seperti contohnya hilangnya keikhlasan.

Demikian pula dalam masalah bid'ah, terkadang dengan sebab bid'ah-bid'ah yang diperbuatnya membuatnya keluar dari keberadaannya sebagai bagian dari Golongan Yang Selamat. Adapun dalam masalah akhlak dan mu'amalah maka tidaklah seseorang dikeluarkan dari Golongan Yang Selamat ini semata-mata karena kekurangan dirinya dalam dua masalah ini, meskipun hal itu menyebabkan kedudukannya menjadi turun.

Kita perlu untuk memperinci permasalahan akhlak karena salah satu faidah dari akhlak ialah terwujudnya kesatuan kata dan bersatu padu di atas kebenaran yang diperintahkan Allah ta'ala kepada kita di dalam firman-Nya (yang artinya), "Allah mensyari'atkan kepada kalian ajaran agama yang juga diwasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wasiatkan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu agar kalian tegakkan agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya." (QS.Asy Syura: 13) Dan Allah memberitakan bahwasanya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam lepas tanggung jawab dari perbuatan orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga mereka menjadi bergolong-golongan. Allah 'azza wa jalla berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka maka tidak ada tanggung jawabmu atas mereka." (QS. Al An'am : 159). Sehingga kesatuan kata dan keterikatan hati merupakan salah satu karakter paling menonjol yang dimiliki oleh Golongan Yang Selamat –Ahlus Sunnah wal Jama'ah- Oleh sebab itu apabila muncul perselisihan di antara mereka yang bersumber dari ijtihad dalam berbagai perkara ijtihadiyah maka hal itu tidaklah membangkitkan rasa dengki, permusuhan ataupun kebencian di antara mereka. Akan tetapi mereka meyakini bahwasanya mereka adalah bersaudara meskipun terjadi perselisihan ini di antara mereka. Sampai-sampai salah seorang di antara mereka mau shalat di belakang imam yang menurutnya dalam status tidak wudhu sementara si imam berpendapat bahwa dirinya masih punya status wudhu.

Atau contoh lainnya adalah orang yang tetap mau shalat bermakmum kepada imam yang baru saja memakan daging onta. Si imam berpendapat bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu. Sedangkan si makmum berpendapat bahwa hal itu membatalkan wudhu. Namun dia tetap berkeyakinan bahwa shalat bermakmum kepada imam tersebut adalah sah. Walaupun seandainya jika dia sendiri yang shalat maka dia menilai shalatnya dalam keadaan seperti itu tidak sah. Ini semua bisa terwujud karena mereka memandang bahwa perselisihan yang bersumber dari ijtihad dalam persoalan yang diijinkan untuk ijtihad pada hakikatnya bukanlah perselisihan. Alasannya adalah karena masing-masing individu dari dua orang yang berbeda pendapat ini sudah berusaha mengikuti dalil yang harus diikuti olehnya dan dia tidak boleh untuk meninggalkannya. Oleh sebab itu, apabila mereka melihat saudaranya berbeda pendapat dengannya dalam suatu perbuatan karena mengikuti tuntutan dalil maka sebenarnya saudaranya itu telah sepakat dengan mereka, karena mereka mengajak untuk mengikuti dalil dimanapun adanya. Sehingga apabila dengan menyelisihi mereka itu menjadikan dirinya sesuai dengan dalil yang ada (dalam pandangannya), maka pada hakikatnya dia telah bersepakat dengan mereka, karena dia sudah meniti jalan yang mereka serukan dan tunjukkan yaitu keharusan untuk berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dan terjadinya perbedaan pendapat dalam masalah-masalah seperti ini di kalangan para sahabat tidaklah tersembunyi di kalangan banyak ulama, bahkan sudah ada juga di jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ternyata tidak ada seorangpun di antara mereka yang bersikap keras kepada yang lainnya. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pulang dari perang Ahzab dan Jibril datang kepada beliau menyuruh beliau agar memberangkatkan para sahabat ke Bani Quraizhah yang telah membatalkan perjanjian. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpesan kepada para sahabatnya, "Janganlah kalian shalat 'Ashar kecuali di Bani Quraizhah." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka mereka berangkat dari Madinah menuju Bani Quraizhah namun di tengah perjalanan mereka waktu shalat 'Ashar sudah hampir habis. Di antara mereka ada yang mengakhirkan shalat 'Ashar sampai tiba di Bani Quraizhah sesudah keluar waktu. Mereka beralasan karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, "Janganlah kalian shalat 'Ashar kecuali di Bani Quraizhah." Dan ada juga di antara mereka yang mengerjakan shalat pada waktunya. Mereka ini mengatakan bahwa yang dimaksud oleh Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam ialah perintah agar mereka bersegera berangkat ke sana dan bukan bermaksud agar kita mengakhirkan shalat di luar waktunya –dan mereka inilah yang benar- akan tetapi meskipun demikian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak bersikap keras terhadap salah satu di antara kedua kelompok tersebut. Dan hal itu tidaklah membuat mereka memusuhi dan membenci shahabat lain semata-mata karena perbedaan mereka dalam memahami dalil ini.

Oleh sebab itulah saya berpandangan bahwa menjadi kewajiban kaum muslimin yang menisbatkan dirinya kepada Sunnah supaya menjadi umat yang bersatu padu dan janganlah terjadi tahazzub (tindakan bergolong-golongan). Yang ini membela suatu kelompok, sedangkan yang lain membela kelompok lainnya, dan pihak ketiga membela kelompok ketiga dan seterusnya, yang mengakibatkan mereka saling bergontok-gontokan dan melontarkan ucapan-ucapan yang menyakitkan, saling memusuhi dan membenci gara-gara perselisihan dalam masalah-masalah yang diperbolehkan untuk berijtihad di dalamnya. Dan saya tidak perlu untuk menyebutkan tiap-tiap kelompok itu secara detail, akan tetapi orang yang berakal pasti bisa memahami dan memetik kejelasan perkaranya.

Saya juga berpandangan bahwasanya Ahlus Sunnah wal Jama'ah wajib untuk bersatu, bahkan meskipun mereka berbeda pendapat dalam hal-hal yang mereka perselisihkan, selama hal itu memang dibangun berdasarkan dalil-dalil menurut pemahaman yang mereka capai. Karena hal ini (perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyah, red) sesungguhnya adalah perkara yang lapang, dan segala puji hanya bagi Allah. Maka yang terpenting adalah terwujudnya keterikatan hati dan kesatuan kalimat (di antara sesama Ahlus Sunnah, red). Dan tidaklah perlu diragukan bahwasanya musuh-musuh umat Islam sangat senang apabila di antara umat Islam saling berpecah belah, entah mereka itu musuh yang terang-terangan maupun musuh yang secara lahiriyah menampakkan pembelaan terhadap kaum muslimin atau mengaku loyal kepada agama Islam padahal sebenarnya mereka tidak demikian. Maka wajib bagi kita untuk menonjolkan karakter istimewa ini, sebuah karakter yang menjadi ciri keistimewaan kelompok yang selamat; yaitu bersepakat di atas satu kalimat." (Fatawa Arkanul Islam, Daruts Tsuraya, hal. 22-26)

Renungkanlah…
Demikianlah fatwa seorang alim yang sudah sama-sama kita akui kedalaman ilmu dan ketakwaannya. Duhai, alangkah jauhnya sifat-sifat kita dengan sifat-sifat elok yang beliau gambarkan. Kalau saja masing-masing dari kita bisa menerapkan dengan baik isi nasihat beliau di atas maka niscaya tidak akan terjadi baku hantam di antara sesama Ahlus Sunnah. Sebagaimana para sahabat radhiyallahu ta'ala 'anhum bisa bersikap arif tatkala menyaksikan saudaranya menyelisihi dirinya demi mengikuti tuntutan dalil yang sampai kepada mereka. Selain itu umat Islam di negeri ini tentu akan lebih merasa gembira dan tenang dalam menerima dakwah, karena mereka bisa menyaksikan sosok-sosok da'i yang pandai menyikapi keadaan, tidak grusah-grusuh dan terlalu cepat mengambil tindakan tanpa kenal perhitungan. Apa salahnya jika kebenaran itu berada di pihak lain di luar kelompok kita? Apa salahnya jika yang menyampaikan kebenaran itu bukan ustadz kita? Bukankah hikmah itu adalah barangnya orang beriman yang hilang? Apakah semata-mata karena kebenaran itu datang dari selain kelompok kita lantas kebenaran itu boleh kita tolak. Lalu apakah bedanya kita dengan orang-orang yang taklid buta dan mengagung-agungkan kyai-kyainya? Renungkanlah saudaraku… Terkadang musuh yang cerdas itu jauh lebih bermanfaat bagi kita daripada teman-teman yang bungkam dari ketergelinciran kita.

Bagaimana bisa kita menyerukan umat Islam untuk kembali bersatu di atas pangkuan manhaj Salaf sementara kita sendiri justru memporakporandakan persatuan itu dengan menerkam saudara-saudara kita sesama Ahlus Sunnah dengan dalih menyelamatkan umat dan membantah Ahlul bida' wal ahwa'? Sedangkan para ulama mewasiatkan kepada kita untuk memperbaiki akhlak demi terjalinnya persatuan dan keterkaitan hati. Adakah yang mau mengambil pelajaran..? Hamba memohon kepada-Mu ya Allah, bukakanlah hati-hati kami untuk menerima kebenaran. Engkau lah Yang Maha tahu kekurangan dan dosa-dosa kami. Kami mengakuinya dan kami mohon ampunan kepada-Mu, ya Rabbi. Kembalikanlah persatuan dakwah yang mulia ini di atas kebenaran dan bimbingan para ulama yang Rabbani. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Mengabulkan do'a. Semoga shalawat dan keselamatan senantiasa terlimpah kepada panutan kita Nabi Muhammad, keluarga, para sahabat dan seluruh pengikut mereka kaum Salafiyin yang ada di sepanjang masa hingga tegaknya hari kiamat. Dan akhirnya segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.

20.8.09

Petunjuk Nabi Dalam Mengobati Demam

Oleh Ibnul Qayyim

Termuat didalam Ash-Shahain, dari nafi', dari ‘Umar, bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam berkata:Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air.

Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya. Kami akan menjelaskan -dengan daya dan kekuatan Allah- segi dan maknanya. Maka kami katakan:


Seruan Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam ada dua macam: yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya. Dan yang kedua seperti ucapan beliau:Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke barat.

Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yang lain. Juga ucapan baliau: Apa yang ada diantara timur dan barat adalah kiblat.

Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui –ruh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darah– ke seluruh tubuh; sehingga nyala ia di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah.

Demam terbagi menjadi dua bagian: demam aksidental yang terjadi karena humor, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu; dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecuali pada meteri yang pertama, kemudian darinya panaslah seluruh tubuh.

Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam –sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan humor [Humor = salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang. Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (phlegma), ciran empedu dan melancholy (black bile) peny.], maka ia dinamakan demam putrescent (keadaan yang sangat tidak enak), yang terbagi menjadi empat macam: bilious (kuning (penyakit hati atau empedu) penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu), melanchoniac (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (delusi) yang jelas), phlegmi (lendir(cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas) dan sanguinary (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat).

Apabila asalnya berhubungann dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam hectic (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
Demam kadang besar gunanya bagi badan melebihi pengobatan, seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam, dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan.

Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan kebanyakan jenis penyakit mata yang baru dan yang lama, di samping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhn muka, kekejangan yang penuh dan banyak penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat.

Beberapa orang dokter yang berjasa menceritakan kepadaku bahwa banyak penyakit yang kita akan beruntung karena demamnya, sebagai mana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan; sebab demam akan lebih bermanfaat baginya dari pada minum obat. Demam mematahkan humor dan materi yang rusak yang membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demampun akan menyebabkan kesembuhan. Mungkin hadits di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangann.

Mungkin pula hadits di atas meliputi semua jenis demam.
Galileo, dokter yang termashur, mengakui bahwa air dingin bermanfaat bagi demam. Dia menyatakan di dalam artikel yang kesepuluh dari kitabnya The access to healing:Jika seorang lelaki muda yang baikingatan dan sehat, tidak menderita tumor pada sisi perutnya, mandi dengan air dingin pada waktu kepanasan, demam yang sangat atau berenang di dalamnya, akan bermannfaat baginya. Dan katanya:Dan kami memerintahkan yang demikian itu dengan tanpa ragu-ragu.

Berkat Ar-Razi di dalam kitabnya yang besar:Apabila tenaga kuat, demam tajam sekali dan kematangan nyata tanpa tumor di dalam perut dan tanpa burut, maka meminum air dingin akan memberi manfaat. Dan jika seseorang yang sakit itu gemuk, periodenya panas dan dia terbiasa menggunakan air dingin dari luar, maka yang demikian dibolehkan.

Ucapan beliau demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam barati sangat tajam dan kuat. Ini sama dengan ucapan beliau Panas yang sangat itu sebagian dari aroma neraka jahannam. Ini mengandung dua aspek:

Merupakan contoh yang diambil dari neraka untuk menunjuki hamba-hamba Allah sehingga mereka mau belajar darinya. Kemudian Allah telah menentukan kejadiannya karena sebab-sebab yang menuntutnya. Sebaagaimana pula bahw ruh, kegembiraan kesengan dan kenikmatan adlah sebagaian dari kenikmaran surga. Allah memunculkan di bumi ini sebagai suatu pelajaran dan petunjuk, dan dia telah menentukan pula kejadiannya dengan sebab-sebab yang menuntutnya.

Yang dimaksud hadits itu mungkin tasybih (perbandingan). Beliau juga membandingkan demam yang sangat dan akut dengan aroma neraka sebagai peringatan bagi jiwa dan sangat pedihnya azab neraka. Bahwa panas yang besar ini diserupakan dengan aromanya, yang akan menimpa siapa yang akan berdekatan dengannya karena panasnya yang sangat.

Al-Hamassi mengatakan:

Jika api cinta menyala di hatiku;
Aku dekati kantong air untuk mendinginkannya;
Jika air dapat mendinginkan bagian luar;
Maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya?
Ucapan beliau dengan air; di dalamnya ada dua pendapat. Petama, bahwa ia adalah semua air; dan itulah yang benar. Kedua, bahwa ia adalah air zam-zam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu ‘Imran Adh-Dhuba'i: dia berkata: ketika aku duduk bersama ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia mengatakan:Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam pernah mengatakan:'Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air';atau beliau mengatakan:'dengan air zam-zam.

Perawi hadits ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air zam-zam karena zam-zam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka. Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam adalah air pada umumnya, berbeda pendapat: Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya. Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadits dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air.

Abu Nu'aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfu'kan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam: Apabila salah seorang diantara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahur.

Termuat didalam sunan ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfu'kan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam:Demam adalah bagian dari hembusan neraka jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dingin.

Termuat di dalam Al-Musnad dan yang lainnya, Dari Hadits Al-Hasan, dan dari Samurah yang dimarfu'kan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam:Demam adalah potongan dari neraka maka dinginkanlah ia dengan air dingin.

Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau lalu beliau mandi.

Termuat di dalam as-Sunan, dari Hadits Abu Hurairah, dia berkata: Penyakit demam disebutkan di samping rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam: Janganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagai mana api menghilangkan karat besi.

Oleh karena demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat -yang padanya terdapat bantuan pemurnian bagi badan, penghilangann kotoran dan sisa-sisanya, pembersihan dari materi-materi yang tidak bermutu; demam berlaku pada badan seperti api berlaku pada badan seperti api berlaku pada besi dalam menghilangkan karatnya dan membersihkan esensinya, yang sangat serupa dengan api ububan yang membersihkan esensi besi. Fakta inilah yang dimaklumi oleh dokter-dokter badan.

Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan – kandungnnya yang tidak bermutu; adalah merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati, sebagai mana diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam. Akan tetapi apabila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya.

Demam bermanfaat bagi badan dan hati. Adalah tindak kezaliman dan permusuhan yang mencela penyakit seperti ini.

Pada suatu kali ketika aku menderita suatu demam, aku ingat ucapan sebagian penyair yang mencelanya:

Penghapus dosa mengunjungiku dan mengucapkan selamat tinggal;
Celakalah si pengunjung dan si pengucapnya;
Ia mengatakan ketika hendak pergi;
Apa maumu? Ku jawab: Jangan kembali lagi!
Aku katakan: Celakalah dia karena mencela apa yang dilarang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mencelanya. Seandainya dia mengatakan:
Penghapus dosa mengunjungi pujaannya;
Selamat datang bagi pengunjung dan pengembara;
Ia mengatakan ketika hendak pergi;
Apa maumu ? Aku jawab: Janganlah pergi!
Akan lebih baik lagi jika ia mengatakan: Dan aku benar-benar menjauh darinya. Maka ia pun demam, segera menjauh dariku.
Telah diriwayatkan dalam satu atsar, yang tidak aku ketahui hal ihwalnya:Demam sehari adalah kaffarah setahun. Dalam hal ini ada dua pendapat:
Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas.
Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam: Barang siapa yang meminum khamr, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, Uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari. Wallahua'lam.
Berkata Abu Hurairah: Tidak ada satu penyakitpun yang menimpaku, yang lebih aku sukai, selain demam; karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah Ta'ala memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya.

At-Tarmidzi meriwayatkan di dalam Al-jami'nya, dari hadits ibnu Rafi' ibnu Khadij, yang dimarfu'kan kepada Nabi: Apabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir. Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hambamu dan teguhkanlah rasulmu. Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Dan jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali. Sebab kesembuhannya tidak akan tujuh hari, atas izin Allah.

Aku katakan: Perbuatannya ini akan bermanfaat bagi dirinya, pada musim panas di musim-musim yang panas, sesuai dengan syarat-syarat terdahulu. Sebab air pada waktu itu dalam keadaannya yang paling dingin karena jauhnya dari sentuhan sinar matahari dan kekuatan cukup banyak pada waktu itu karena, sebagaimana pula tidur, ketenangan dan dinginnya udarapun bermanfaat baginya. Maka terkumpullah tenaga dari kekuatan-kekuatan dan tenaga obat-obatan – yakni air yang dingin – dalam menghadapi panas dari demam aksidental atau demam tertian, yang tanpa tumor atau gejala-gejala yang membahayakan atau materi-materi yang rusak, sehingga yang demikian pun akan menyembuhkannya atas izin Allah, terutama pada salah satu hari yang disebutkan di dalam hadits; yaitu pada hari-hari yang di dalamnya kebanyakan penyakit yang akut terjadi, terutama di negeri-negeri yang telah disebutkan itu karena sensitivitas humor penduduknya dan kecepatn mereka terpengaruh obat-obatan yang bermanfaat.

Dinukil dari Kitab Thibbn Nabawi (Ibnul Qayyim)


13.8.09

Ikut Fitnes Di Lembah Fitnes


Program bulan Agustus yang aku buat akhirnya dapat juga terlaksana, walaupun ada keganjalan atau ketidak sabaran dalam mengerjakannya. Sehingga ada perubahan sedikit dalam hal program gemuk. Sebelumnya program gemuk yang aku buat ini hanya push-up sebanyak-banyaknya (sampai otot lengan benar-benar pegel)dan aku lakukan sebelum dan sesudah sholat fardlu’. Sebenarnya apa sih tujuan diadakannya program gemuk ini? Program gemuk ini sengaja aku buat untuk memiliki tubuh yang gemuk tentunya dan juga tubuh yang ideal. Bisa dibilang semenjak aku mengalami penyakit Demam Berdarah bulan Februari yang lalu berat badanku drastis turun mencapai 43 Kg.


Awal ikut fitness

Awal aku mengikuti fitness ini adalah malam ahad, tanggal 9 Agustus 2009. Aku jadi merasa tertarik ikut hal itu, karena teman-teman satu kos hanya 2 orang saja yang tidak ikut yaitu aku dan Muji. Yang 4 orang lainnya seperti Nastain, Andi, Hilman dan Jaja sudah mengikuti hampir satu bulan. Waktu mendaftar fitness ada dua pilihan, yaitu jika mengambil hanya satu bulan maka dikenakan biaya pendaftaran tetapi jika langsung 3 bulan maka bebas biaya pendaftaran. Aku fikir-fikir sebaiknya mengambil yang tiga bulan saja, karena bisa dikatakan biaya menjadi lebih murah. Harga perbulannya sebesar Rp. 35.000,- sedangkan untuk biaya pendaftaran sebesar Rp.25.000,-. Jadi dengan mengambil program 3 bulan maka aku hanya membayar sebesar Rp.105.000,-. Waktu pertama ikut aku melalui proses pengukuran badan, seperti berat badan, tinggi badan dan lain-lain. Saat menimbang berat badan aku sempat terkejut kalau berat badanku hanya 47 Kg. Padahal beberapa hari yang lalu saat menimbang pada timbangan KOPMA UGM, berat badanku 48 Kg.

Jadual fitness

Untuk jadual fitness aku mengambil waktu setelah sholat Isya’, dengan alasan karena waktu pagi sampai sore adalah jadual untuk kuliah. Dan juga tidak lama-lama hanya sekitar kurang lebih selama 1 jam saja. Targetku ingin setiap hari fitness supaya berat badan ku bertambah dan juga otot-otot ku tumbuh besar.

Menuju Lembah dengan bersepeda

Beginilah nasib kalau tidak punya motor, tapi harus disyukuri juga karena aku masih punya sepeda. Kalau temanku berangkat fitness terkadang aku bareng dengannya bersepeda. Ketika melewati taman lembah UGM memang butuh penglihatan yang tajam dan harus berhati-hati apalagi sepeda yang aku pakai tidak memiliki lampu generator. Sempat terfikir juga olehku kenapa Taman Lembah UGM ini tidak diadakannya lampu penerangan? Apa karena sengaja? Aku belum tahu. tapi ketika awal-awal masuk UGM, aku pernah melewati tempat itu untuk menuju ke Stadium badminton indoor. Saat perjalanan aku heran, kenapa aku melihat beberapa motor yang terparkir dipinggir jalan tetapi tidak ada orangnya, belum lagi tempatnya begitu gelap. Apa tidak takut tuh orang ditempat gelap-gelap seperti it. Nah setelah bertanya-tanya sama kakak kelas akhirnya aku mengetahuinya juga. Akhirnya untuk ahad selanjutnya, temanku menyarankan untuk membawa senter biar tahu ada apa di dekat motor yang terparkir ditempat tersebut. Andai saja taman lembah tersebut dipasang penerangan mungkin akan ketahuan apa yang diperbuat oleh orang yang memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan. Dan aku pun tidak perlu membuka lebar-lebar mata ku ini ketika menuju lembah fitness.

12.8.09

Ibnuyatmin Dengan Wajah Baru

Yang dimaksud dengan wajah pada judul di atas adalah bukan wajah pada raut muka, tapi wajah pada halaman blognya. Kurang lebih ada 10 kali blog ini ku ubah templatenya, tapi sepertinya kurang ada yang pas (kayak nyari cewe aja). Memang peran terpenting ketertarikan orang pada sebuah website atau blog adalah dengan melihat dari tampilannya (sok tau banget ni gue).

Template yang ku pakai kali ini ku ambil dari www.blogtemplate4u.com lebih tepatnya bernama Magazine_R_1.5. Dengan warna latar hitam dan banyaknya letak widget membuat aku lebih memilih template tersebut dibandingkan template sebelumnya.

Sebelumnya sih memang agak khawatir jika ingin merubah template, karena setiap aku merubah template blog ini, widget pada blog ini selalu saja terhapus, tapi sekarang setelah membaca dan mencoba artikel dari kang rohman, aku tidak perlu takut lagi akan hal itu.

Kalau teman-teman ingin download templete tersebut silahkan klik disini aja.


9.8.09

2.8.09

Capture Gambar Lebih Mudah Dengan FastStone Capture

Untuk capture (menangkap) gambar yang ada di layar komputer sudah menjadi hal yang penting ketika kita akan membuat laporan pemrograman komputer atau yang lainnya, sehingga dengan gambar capture tersebut akan memperjelas pembaca dalam memahami isi dari tulisan tersebut. Dalam hal ini (membuat laporan pemrograman komputer1 maupun 2) saya menggunakan aplikasi portable (tidak perlu di instal) yang bernama FastStone Capture. Bagi saya aplikasi itu mudah untuk di gunakan. Berikut adalah beberapa cara capture jika Anda menggunakan aplikasi tersebut.



Aplikasi tersebut memiliki beberapa tipe dalam penangkapan gambar, yaitu: capture active window, capture window, capture rectangel region, capture freehand region, capture full screen, dan capture scrolling window.

- Capture Active Window, penangkapan gambar untuk window yang aktif, kita bisa mengetahuinya dengan melihat pada taskbar.


Pada gambar di atas window yang aktif adalah aplikasi word, sehingga jika kita meng-capture dengan Capture Active Window maka yang tertangkap adalah aplikasi word.


- Capture Window, untuk penangkapan gambar dengan memilih window yang kita kehendaki. Misalkan saya membuka folder atau menjalankan beberapa program, seperti windows media player, word atau yang lainnya.

- Capture Rectangel Region, tipe ini lebih istimewa dari tipe yang lainnya, karena kita bisa memotong sesuai dengan keinginan kita dalam bentuk segi 4. Sebagai contoh saya akan meng-capture dengan memotong bagian pada tulisan ini. Lihat gambar:

- Capture Freehand Region, tidak jauh berbeda dengan Capture Rectangel Region hanya saja bentuk yang terambil berbentuk bebas atau tidak beraturan. Lihat gambar:


- Capture Full Screen, sesuai dengan namanya kita bisa memahami yaitu penangkapan semua layar. Artinya apa yang terdapat di layar akan tertangkap. Lihat gambar:


- Capture Scrolling Window, untuk tipe ini tidak jauh berbeda dengan Capture Window. Untuk keterangannya silahkan melihat pada keterang Capture Window.


Untuk mendownload aplikasi portable tersebut Anda dapat mengunjungi website dari FastStone Capture di www.FastStone.org.