12.10.09

Tabligh Akbar Bersama Ulama Besar Timur Tengah (Murid-Murid Senior Syaikh Al-Albani رحمه الل)


Hadirilah…!!!
Tabligh Akbar (Gratis!!!Terbuka Untuk Umum)

Bersama Ulama Besar Timur Tengah (Murid-Murid Senior Syaikh Al-Albani رحمه الله)

Narasumber / Tema :

Syaikh Masyhur Hasan alu Salman
(Terorisme Dalam Pandangan Islam)

------------------&----------------------

Syaikh Ali Hasan Al-Halaby Al-Atsary
(Gempa Bumi Musibah atau Ujian)

21.8.09

Beginilah Seharusnya Sikap Seorang Salafy

Beginilah Seharusnya Sikap Seorang Salafy

Judul Asli: Persatuan adalah Ciri Golongan Yang Selamat

Penyusun: Abu Mushlih

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, "Apakah karakteristik paling menonjol dari Golongan Yang Selamat (Al Firqah An Najiyah)? Dan apakah adanya kekurangan (yang ada pada diri seseorang) dalam salah satu di antara karakter ini lantas mengeluarkan orang tersebut dari Golongan Yang Selamat?"

Jawaban
Beliau rahimahullah menjawab, "Karakter paling menonjol yang dimiliki oleh Golongan Yang Selamat adalah berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hal akidah (keyakinan), ibadah (ritual), akhlak (budi pekerti), dan mu'amalah (interaksi sesama manusia). Dalam keempat perkara inilah anda dapatkan Golongan Yang Selamat sangat tampak menonjol ciri mereka:

Adapun dalam hal akidah; anda bisa jumpai mereka senantiasa berpegang teguh dengan keterangan dalil Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu meyakini tauhid yang murni dalam hal Uluhiyah Allah, Rububiyah-Nya serta Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya.

Adapun dalam hal ibadah; anda jumpai golongan ini tampak istimewa karena sikap mereka yang begitu berpegang teguh dan berusaha keras menerapkan ajaran-ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menunaikan ibadah, yang meliputi jenis-jenisnya, cara-caranya, ukuran-ukurannya, waktu-waktunya dan sebab-sebabnya. Sehingga anda tidak akan menjumpai adanya perbuatan menciptakan kebid'ahan dalam agama Allah di antara mereka. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat beradab terhadap Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya dengan menyusupkan suatu bentuk ibadah yang tidak diijinkan oleh Allah.

Sedangkan dalam hal akhlak; anda pun bisa menjumpai ciri mereka juga seperti itu. Mereka tampil istimewa dibandingkan selain mereka dengan akhlak yang mulia, seperti contohnya : mencintai kebaikan bagi umat Islam, sikap lapang dada, bermuka ramah, berbicara baik dan pemurah, pemberani dan sifat-sifat lain yang termasuk bagian dari kemuliaan akhlak dan keluhurannya.

Dan dalam hal mu'amalah; anda bisa jumpai mereka menjalin hubungan dengan sesama manusia dengan sifat jujur dan suka menerangkan kebenaran. Dua sifat inilah yang diisyaratkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam sabdanya, "Penjual dan pembeli mempunyai hak pilih selama keduanya belum berpisah. Apabila mereka berdua bersikap jujur dan menerangkan apa adanya niscaya akan diberkahi jual beli mereka. Dan apabila mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat barangnya) maka akan dicabut barakah jual beli mereka berdua." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adanya kekurangan pada sebagian karakter ini tidak lantas mengeluarkan individu tersebut dari keberadaannya sebagai bagian dari Golongan Yang Selamat, namun setiap tingkatan orang akan mendapatkan balasan sesuai amal yang mereka perbuat. Sedangkan kekurangan dalam sisi tauhid terkadang bisa mengeluarkan dirinya dari Golongan Yang Selamat, seperti contohnya hilangnya keikhlasan.

Demikian pula dalam masalah bid'ah, terkadang dengan sebab bid'ah-bid'ah yang diperbuatnya membuatnya keluar dari keberadaannya sebagai bagian dari Golongan Yang Selamat. Adapun dalam masalah akhlak dan mu'amalah maka tidaklah seseorang dikeluarkan dari Golongan Yang Selamat ini semata-mata karena kekurangan dirinya dalam dua masalah ini, meskipun hal itu menyebabkan kedudukannya menjadi turun.

Kita perlu untuk memperinci permasalahan akhlak karena salah satu faidah dari akhlak ialah terwujudnya kesatuan kata dan bersatu padu di atas kebenaran yang diperintahkan Allah ta'ala kepada kita di dalam firman-Nya (yang artinya), "Allah mensyari'atkan kepada kalian ajaran agama yang juga diwasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wasiatkan kepadamu dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu agar kalian tegakkan agama dan janganlah berpecah belah di dalamnya." (QS.Asy Syura: 13) Dan Allah memberitakan bahwasanya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam lepas tanggung jawab dari perbuatan orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga mereka menjadi bergolong-golongan. Allah 'azza wa jalla berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka maka tidak ada tanggung jawabmu atas mereka." (QS. Al An'am : 159). Sehingga kesatuan kata dan keterikatan hati merupakan salah satu karakter paling menonjol yang dimiliki oleh Golongan Yang Selamat –Ahlus Sunnah wal Jama'ah- Oleh sebab itu apabila muncul perselisihan di antara mereka yang bersumber dari ijtihad dalam berbagai perkara ijtihadiyah maka hal itu tidaklah membangkitkan rasa dengki, permusuhan ataupun kebencian di antara mereka. Akan tetapi mereka meyakini bahwasanya mereka adalah bersaudara meskipun terjadi perselisihan ini di antara mereka. Sampai-sampai salah seorang di antara mereka mau shalat di belakang imam yang menurutnya dalam status tidak wudhu sementara si imam berpendapat bahwa dirinya masih punya status wudhu.

Atau contoh lainnya adalah orang yang tetap mau shalat bermakmum kepada imam yang baru saja memakan daging onta. Si imam berpendapat bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu. Sedangkan si makmum berpendapat bahwa hal itu membatalkan wudhu. Namun dia tetap berkeyakinan bahwa shalat bermakmum kepada imam tersebut adalah sah. Walaupun seandainya jika dia sendiri yang shalat maka dia menilai shalatnya dalam keadaan seperti itu tidak sah. Ini semua bisa terwujud karena mereka memandang bahwa perselisihan yang bersumber dari ijtihad dalam persoalan yang diijinkan untuk ijtihad pada hakikatnya bukanlah perselisihan. Alasannya adalah karena masing-masing individu dari dua orang yang berbeda pendapat ini sudah berusaha mengikuti dalil yang harus diikuti olehnya dan dia tidak boleh untuk meninggalkannya. Oleh sebab itu, apabila mereka melihat saudaranya berbeda pendapat dengannya dalam suatu perbuatan karena mengikuti tuntutan dalil maka sebenarnya saudaranya itu telah sepakat dengan mereka, karena mereka mengajak untuk mengikuti dalil dimanapun adanya. Sehingga apabila dengan menyelisihi mereka itu menjadikan dirinya sesuai dengan dalil yang ada (dalam pandangannya), maka pada hakikatnya dia telah bersepakat dengan mereka, karena dia sudah meniti jalan yang mereka serukan dan tunjukkan yaitu keharusan untuk berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dan terjadinya perbedaan pendapat dalam masalah-masalah seperti ini di kalangan para sahabat tidaklah tersembunyi di kalangan banyak ulama, bahkan sudah ada juga di jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ternyata tidak ada seorangpun di antara mereka yang bersikap keras kepada yang lainnya. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pulang dari perang Ahzab dan Jibril datang kepada beliau menyuruh beliau agar memberangkatkan para sahabat ke Bani Quraizhah yang telah membatalkan perjanjian. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpesan kepada para sahabatnya, "Janganlah kalian shalat 'Ashar kecuali di Bani Quraizhah." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka mereka berangkat dari Madinah menuju Bani Quraizhah namun di tengah perjalanan mereka waktu shalat 'Ashar sudah hampir habis. Di antara mereka ada yang mengakhirkan shalat 'Ashar sampai tiba di Bani Quraizhah sesudah keluar waktu. Mereka beralasan karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, "Janganlah kalian shalat 'Ashar kecuali di Bani Quraizhah." Dan ada juga di antara mereka yang mengerjakan shalat pada waktunya. Mereka ini mengatakan bahwa yang dimaksud oleh Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam ialah perintah agar mereka bersegera berangkat ke sana dan bukan bermaksud agar kita mengakhirkan shalat di luar waktunya –dan mereka inilah yang benar- akan tetapi meskipun demikian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak bersikap keras terhadap salah satu di antara kedua kelompok tersebut. Dan hal itu tidaklah membuat mereka memusuhi dan membenci shahabat lain semata-mata karena perbedaan mereka dalam memahami dalil ini.

Oleh sebab itulah saya berpandangan bahwa menjadi kewajiban kaum muslimin yang menisbatkan dirinya kepada Sunnah supaya menjadi umat yang bersatu padu dan janganlah terjadi tahazzub (tindakan bergolong-golongan). Yang ini membela suatu kelompok, sedangkan yang lain membela kelompok lainnya, dan pihak ketiga membela kelompok ketiga dan seterusnya, yang mengakibatkan mereka saling bergontok-gontokan dan melontarkan ucapan-ucapan yang menyakitkan, saling memusuhi dan membenci gara-gara perselisihan dalam masalah-masalah yang diperbolehkan untuk berijtihad di dalamnya. Dan saya tidak perlu untuk menyebutkan tiap-tiap kelompok itu secara detail, akan tetapi orang yang berakal pasti bisa memahami dan memetik kejelasan perkaranya.

Saya juga berpandangan bahwasanya Ahlus Sunnah wal Jama'ah wajib untuk bersatu, bahkan meskipun mereka berbeda pendapat dalam hal-hal yang mereka perselisihkan, selama hal itu memang dibangun berdasarkan dalil-dalil menurut pemahaman yang mereka capai. Karena hal ini (perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyah, red) sesungguhnya adalah perkara yang lapang, dan segala puji hanya bagi Allah. Maka yang terpenting adalah terwujudnya keterikatan hati dan kesatuan kalimat (di antara sesama Ahlus Sunnah, red). Dan tidaklah perlu diragukan bahwasanya musuh-musuh umat Islam sangat senang apabila di antara umat Islam saling berpecah belah, entah mereka itu musuh yang terang-terangan maupun musuh yang secara lahiriyah menampakkan pembelaan terhadap kaum muslimin atau mengaku loyal kepada agama Islam padahal sebenarnya mereka tidak demikian. Maka wajib bagi kita untuk menonjolkan karakter istimewa ini, sebuah karakter yang menjadi ciri keistimewaan kelompok yang selamat; yaitu bersepakat di atas satu kalimat." (Fatawa Arkanul Islam, Daruts Tsuraya, hal. 22-26)

Renungkanlah…
Demikianlah fatwa seorang alim yang sudah sama-sama kita akui kedalaman ilmu dan ketakwaannya. Duhai, alangkah jauhnya sifat-sifat kita dengan sifat-sifat elok yang beliau gambarkan. Kalau saja masing-masing dari kita bisa menerapkan dengan baik isi nasihat beliau di atas maka niscaya tidak akan terjadi baku hantam di antara sesama Ahlus Sunnah. Sebagaimana para sahabat radhiyallahu ta'ala 'anhum bisa bersikap arif tatkala menyaksikan saudaranya menyelisihi dirinya demi mengikuti tuntutan dalil yang sampai kepada mereka. Selain itu umat Islam di negeri ini tentu akan lebih merasa gembira dan tenang dalam menerima dakwah, karena mereka bisa menyaksikan sosok-sosok da'i yang pandai menyikapi keadaan, tidak grusah-grusuh dan terlalu cepat mengambil tindakan tanpa kenal perhitungan. Apa salahnya jika kebenaran itu berada di pihak lain di luar kelompok kita? Apa salahnya jika yang menyampaikan kebenaran itu bukan ustadz kita? Bukankah hikmah itu adalah barangnya orang beriman yang hilang? Apakah semata-mata karena kebenaran itu datang dari selain kelompok kita lantas kebenaran itu boleh kita tolak. Lalu apakah bedanya kita dengan orang-orang yang taklid buta dan mengagung-agungkan kyai-kyainya? Renungkanlah saudaraku… Terkadang musuh yang cerdas itu jauh lebih bermanfaat bagi kita daripada teman-teman yang bungkam dari ketergelinciran kita.

Bagaimana bisa kita menyerukan umat Islam untuk kembali bersatu di atas pangkuan manhaj Salaf sementara kita sendiri justru memporakporandakan persatuan itu dengan menerkam saudara-saudara kita sesama Ahlus Sunnah dengan dalih menyelamatkan umat dan membantah Ahlul bida' wal ahwa'? Sedangkan para ulama mewasiatkan kepada kita untuk memperbaiki akhlak demi terjalinnya persatuan dan keterkaitan hati. Adakah yang mau mengambil pelajaran..? Hamba memohon kepada-Mu ya Allah, bukakanlah hati-hati kami untuk menerima kebenaran. Engkau lah Yang Maha tahu kekurangan dan dosa-dosa kami. Kami mengakuinya dan kami mohon ampunan kepada-Mu, ya Rabbi. Kembalikanlah persatuan dakwah yang mulia ini di atas kebenaran dan bimbingan para ulama yang Rabbani. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Mengabulkan do'a. Semoga shalawat dan keselamatan senantiasa terlimpah kepada panutan kita Nabi Muhammad, keluarga, para sahabat dan seluruh pengikut mereka kaum Salafiyin yang ada di sepanjang masa hingga tegaknya hari kiamat. Dan akhirnya segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.

20.8.09

Petunjuk Nabi Dalam Mengobati Demam

Petunjuk Nabi Dalam Mengobati Demam
Oleh Ibnul Qayyim

Termuat didalam Ash-Shahain, dari nafi', dari ‘Umar, bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam berkata:Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air.

Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya. Kami akan menjelaskan -dengan daya dan kekuatan Allah- segi dan maknanya. Maka kami katakan:


Seruan Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam ada dua macam: yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya. Dan yang kedua seperti ucapan beliau:Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke barat.

Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yang lain. Juga ucapan baliau: Apa yang ada diantara timur dan barat adalah kiblat.

Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui –ruh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darah– ke seluruh tubuh; sehingga nyala ia di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah.

Demam terbagi menjadi dua bagian: demam aksidental yang terjadi karena humor, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu; dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecuali pada meteri yang pertama, kemudian darinya panaslah seluruh tubuh.

Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam –sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan humor [Humor = salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang. Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (phlegma), ciran empedu dan melancholy (black bile) peny.], maka ia dinamakan demam putrescent (keadaan yang sangat tidak enak), yang terbagi menjadi empat macam: bilious (kuning (penyakit hati atau empedu) penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu), melanchoniac (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (delusi) yang jelas), phlegmi (lendir(cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas) dan sanguinary (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat).

Apabila asalnya berhubungann dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam hectic (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
Demam kadang besar gunanya bagi badan melebihi pengobatan, seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam, dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan.

Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan kebanyakan jenis penyakit mata yang baru dan yang lama, di samping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhn muka, kekejangan yang penuh dan banyak penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat.

Beberapa orang dokter yang berjasa menceritakan kepadaku bahwa banyak penyakit yang kita akan beruntung karena demamnya, sebagai mana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan; sebab demam akan lebih bermanfaat baginya dari pada minum obat. Demam mematahkan humor dan materi yang rusak yang membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demampun akan menyebabkan kesembuhan. Mungkin hadits di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangann.

Mungkin pula hadits di atas meliputi semua jenis demam.
Galileo, dokter yang termashur, mengakui bahwa air dingin bermanfaat bagi demam. Dia menyatakan di dalam artikel yang kesepuluh dari kitabnya The access to healing:Jika seorang lelaki muda yang baikingatan dan sehat, tidak menderita tumor pada sisi perutnya, mandi dengan air dingin pada waktu kepanasan, demam yang sangat atau berenang di dalamnya, akan bermannfaat baginya. Dan katanya:Dan kami memerintahkan yang demikian itu dengan tanpa ragu-ragu.

Berkat Ar-Razi di dalam kitabnya yang besar:Apabila tenaga kuat, demam tajam sekali dan kematangan nyata tanpa tumor di dalam perut dan tanpa burut, maka meminum air dingin akan memberi manfaat. Dan jika seseorang yang sakit itu gemuk, periodenya panas dan dia terbiasa menggunakan air dingin dari luar, maka yang demikian dibolehkan.

Ucapan beliau demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam barati sangat tajam dan kuat. Ini sama dengan ucapan beliau Panas yang sangat itu sebagian dari aroma neraka jahannam. Ini mengandung dua aspek:

Merupakan contoh yang diambil dari neraka untuk menunjuki hamba-hamba Allah sehingga mereka mau belajar darinya. Kemudian Allah telah menentukan kejadiannya karena sebab-sebab yang menuntutnya. Sebaagaimana pula bahw ruh, kegembiraan kesengan dan kenikmatan adlah sebagaian dari kenikmaran surga. Allah memunculkan di bumi ini sebagai suatu pelajaran dan petunjuk, dan dia telah menentukan pula kejadiannya dengan sebab-sebab yang menuntutnya.

Yang dimaksud hadits itu mungkin tasybih (perbandingan). Beliau juga membandingkan demam yang sangat dan akut dengan aroma neraka sebagai peringatan bagi jiwa dan sangat pedihnya azab neraka. Bahwa panas yang besar ini diserupakan dengan aromanya, yang akan menimpa siapa yang akan berdekatan dengannya karena panasnya yang sangat.

Al-Hamassi mengatakan:

Jika api cinta menyala di hatiku;
Aku dekati kantong air untuk mendinginkannya;
Jika air dapat mendinginkan bagian luar;
Maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya?
Ucapan beliau dengan air; di dalamnya ada dua pendapat. Petama, bahwa ia adalah semua air; dan itulah yang benar. Kedua, bahwa ia adalah air zam-zam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu ‘Imran Adh-Dhuba'i: dia berkata: ketika aku duduk bersama ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia mengatakan:Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam pernah mengatakan:'Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air';atau beliau mengatakan:'dengan air zam-zam.

Perawi hadits ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air zam-zam karena zam-zam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka. Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam adalah air pada umumnya, berbeda pendapat: Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya. Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadits dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air.

Abu Nu'aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfu'kan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam: Apabila salah seorang diantara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahur.

Termuat didalam sunan ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfu'kan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam:Demam adalah bagian dari hembusan neraka jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dingin.

Termuat di dalam Al-Musnad dan yang lainnya, Dari Hadits Al-Hasan, dan dari Samurah yang dimarfu'kan kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam:Demam adalah potongan dari neraka maka dinginkanlah ia dengan air dingin.

Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau lalu beliau mandi.

Termuat di dalam as-Sunan, dari Hadits Abu Hurairah, dia berkata: Penyakit demam disebutkan di samping rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam: Janganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagai mana api menghilangkan karat besi.

Oleh karena demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat -yang padanya terdapat bantuan pemurnian bagi badan, penghilangann kotoran dan sisa-sisanya, pembersihan dari materi-materi yang tidak bermutu; demam berlaku pada badan seperti api berlaku pada badan seperti api berlaku pada besi dalam menghilangkan karatnya dan membersihkan esensinya, yang sangat serupa dengan api ububan yang membersihkan esensi besi. Fakta inilah yang dimaklumi oleh dokter-dokter badan.

Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan – kandungnnya yang tidak bermutu; adalah merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati, sebagai mana diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam. Akan tetapi apabila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya.

Demam bermanfaat bagi badan dan hati. Adalah tindak kezaliman dan permusuhan yang mencela penyakit seperti ini.

Pada suatu kali ketika aku menderita suatu demam, aku ingat ucapan sebagian penyair yang mencelanya:

Penghapus dosa mengunjungiku dan mengucapkan selamat tinggal;
Celakalah si pengunjung dan si pengucapnya;
Ia mengatakan ketika hendak pergi;
Apa maumu? Ku jawab: Jangan kembali lagi!
Aku katakan: Celakalah dia karena mencela apa yang dilarang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mencelanya. Seandainya dia mengatakan:
Penghapus dosa mengunjungi pujaannya;
Selamat datang bagi pengunjung dan pengembara;
Ia mengatakan ketika hendak pergi;
Apa maumu ? Aku jawab: Janganlah pergi!
Akan lebih baik lagi jika ia mengatakan: Dan aku benar-benar menjauh darinya. Maka ia pun demam, segera menjauh dariku.
Telah diriwayatkan dalam satu atsar, yang tidak aku ketahui hal ihwalnya:Demam sehari adalah kaffarah setahun. Dalam hal ini ada dua pendapat:
Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas.
Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam: Barang siapa yang meminum khamr, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, Uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari. Wallahua'lam.
Berkata Abu Hurairah: Tidak ada satu penyakitpun yang menimpaku, yang lebih aku sukai, selain demam; karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah Ta'ala memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya.

At-Tarmidzi meriwayatkan di dalam Al-jami'nya, dari hadits ibnu Rafi' ibnu Khadij, yang dimarfu'kan kepada Nabi: Apabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir. Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hambamu dan teguhkanlah rasulmu. Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Dan jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali. Sebab kesembuhannya tidak akan tujuh hari, atas izin Allah.

Aku katakan: Perbuatannya ini akan bermanfaat bagi dirinya, pada musim panas di musim-musim yang panas, sesuai dengan syarat-syarat terdahulu. Sebab air pada waktu itu dalam keadaannya yang paling dingin karena jauhnya dari sentuhan sinar matahari dan kekuatan cukup banyak pada waktu itu karena, sebagaimana pula tidur, ketenangan dan dinginnya udarapun bermanfaat baginya. Maka terkumpullah tenaga dari kekuatan-kekuatan dan tenaga obat-obatan – yakni air yang dingin – dalam menghadapi panas dari demam aksidental atau demam tertian, yang tanpa tumor atau gejala-gejala yang membahayakan atau materi-materi yang rusak, sehingga yang demikian pun akan menyembuhkannya atas izin Allah, terutama pada salah satu hari yang disebutkan di dalam hadits; yaitu pada hari-hari yang di dalamnya kebanyakan penyakit yang akut terjadi, terutama di negeri-negeri yang telah disebutkan itu karena sensitivitas humor penduduknya dan kecepatn mereka terpengaruh obat-obatan yang bermanfaat.

Dinukil dari Kitab Thibbn Nabawi (Ibnul Qayyim)


13.7.09

Ketika Zina Jadi Biasa

Ketika Zina Jadi Biasa

Teman-teman ada artikel bagus nih yang saya dapat dari www.mediamuslim.info gak percaya coba deh baca artikel di bawah ini yang merupakan fenomena yang ada di sekitar kita. Selamat membaca sahabat dan semoga kita terhindar dari perbuatan bejat tersebut. Aamiin…..

Saat ini fenomena hamil di luar nikah begitu marak, dan masyarakat pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa. Di mana-mana ada pemilu (pengantin hamil dahulu). Ironisnya, maksiat ini banyak dilakukan umat Islam, padahal Islam mengajarkan umatnya agar jangan mendekati zina...Dampak Globalisasi Kemajuan teknologi informasi benar-benar telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat. Sayang, kebanyakan pengaruh yang ditimbulkannya bersifat negatif, yang mengarah pada dekadensi moral, khususnya bagi generasi muda. Pengaruh budaya barat yang disebarkan melalui berbagai tayangan di televisi, VCD, ataupun internet yang begitu mudah diakses, sungguh sangat terasa. Perubahan nilai atau cara pandang terhadap pergaulan antar lawan jenis pun berubah. Kalau dulu, pacaran atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap biasa. Jangankan bersentuhan atau sekadar berciuman, yang lebih dari itu pun dilakukan, dengan tanpa rasa malu! Naudzubillah...

Sepotong Malu Yang Tersisa Saat melakukan hal itu (zina), mungkin rasa malu benar-benar sudah menghilang dari hati dua insan yang dimabuk cinta. Hawa nafsu telah membius mereka, sehingga hal itu pun terjadi.Namun...bila kemudian timbul konsekuensi logis dari perbuatan mereka itu, benarkah tiada lagi sepotong malu yang tersisa...? Bagi seorang gadis, ternyata itu seringkali menyisakan rasa malu yang dalam. Gara-gara hamil di luar nikah, sekolah terpaksa kandas. Dan semua orang tahu, kini ia tidak gadis lagi. Duh, malu ...rasanya! Tambah malu lagi, bila sang pacar tidak mau mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bila begini jadinya, rasanya, habislah sudah masa depannya. Penyesalan pun selalu datang terlambat.Demikian juga bagi orangtua si gadis. Ijab qabul belum dilakukan.... eh, rahim anaknya sudah & diisi orang. Siapa yang tak marah.Yang lebih menyedihkan adalah rasa malu seorang anak, jika kelak ia tahu, bahwa ia lahir ke dunia ini disebabkan perbuatan yang memalukan.

Itulah beberapa malu yang tersisa, dari perbuatan yang sepantasnya hanya dilakukan binatang itu. Dipertanyakan keabsahannya Ketika mengetahui anak gadisnya dihamili pacarnya, biasanya seorang bapak buru-buru menikahkan mereka. Ia tak peduli, sah atau tidakkah pernikahan dalam kondisi demikian. Yang penting, jangan sampai anaknya melahirkan tanpa memiliki suami. Walaupun menurut hukum di negeri ini, pernikahan dalam kondisi seperti itu dianggap sah, namun sah jugakah bila dituinjau dari hukum agama yang syar'i? Dalam islam, seorang wanita yang hamil harus menunggu sampai anaknya lahir, jika ingin menikah. Lagipula, jika pernikahan seperti itu sah, maka akan senanglah para pezina. Enak sekali, bisa berzina dulu dan menikah kemudian.

Bila sang wanita tidak hamil, tidak perlu menikah. Yang seperti itu tentu saja sangat bertentangan dengan Islam, karena islam memberikan hukuman yang tegas bagi para pelaku zina.Anakpun Menjadi Aib Normalnya, dalam pernikahan, kehadiran anak dianggap sebagai anugrah yang tak ternilai harganya. Tapi, bila anak terlahir dari hubungan di luar nikah, maka ia pun dianggap sebagai aib. Tak jarang, sebelum ia lahir ke dunia, orangtuanya berusaha menggugurkannya. Setelah lahir pun, seringkali ia hanya dibuang begitu saja, seperti sampah yang tak berharga.Adapun mengenai nasab anak dari perbuatan zina dinasabkan pada ibunya. Meskipun bapak bayi itu sudah menikah dengan ibunya, tapi jika si anak lahir dari perbuatan di luar nikah, maka ia tetap dinasabkan pada ibunya. Jika anak itu perempuan, maka kelak bapaknya (secara biologis) tidak boleh menjadi wali nikahnya! Jadi kehamilan di luar nikah, memang membawa madharat yang panjang....

Pernikahan Tidak Lagi Sakral Terlepas dari sah atau tidaknya pernikahan 'pemilu' ini, biasanya tidak akan membawa kebahagiaan yang langgeng dalam rumah tangga. Sebab pernikahan sudah kehilangan makna, tidak sakral lagi. Tak ada malam pertama yang indah nan penuh kejutan. Karena semua dirasakan sebelum menikah. Mungkin, yang ada justru kejenuhan, penyesalan dan keterpaksaan.Rumah tangga yang seperti itu biasanya hanya akan terasa gersang, dan tiada lagi kehangatannya. Mengapa? Karena seringkali mereka menikah, dalam keadaan terpaksa. Khususnya bagi pihak laki-laki. Tak jarang, bila dulunya si gadis memiliki banyak pacar, maka lelaki yang menikahinya tiba-tiba berubah pikiran dengan tidak mengakui bahwa bayi yang dikandung isinya itu adalah anaknya. Maka, pihak istrilah yang paling menderita bila ini terjadi.

Kiamat sudah Dekat Salah satu tanda makin dekatnya hari kiamat adalah menyebarnya maksiat, termasuk maraknya zina. Hari ini kita saksikan, maksiat ada di mana-mana. Zina pun sudah menjadi hal biasa yang dilakukan berbagai kalangan. Lalu, masihkah kita perlu bertanya, bila azab Allah datang silih berganti, semua ini salah siapa? Barangkali memang kiamat sudah dekat, dan kiamat kecil bagi kita, adalah saat malaikat maut menjemput. Karena itu, mari kita berbekal. Jangan tukar kenikmatan sesaat, dengan siksa di akhirat yang kekal. Wallahu alam.

Sumber: Buletin Mahligai vol 1, no 3

21.5.09

Pentingnya Dalam Memilih Seorang Teman


Pertemanan adalah suatu hal yang sangat penting, dengan banyak berteman berarti semakin banyak yang membantu kita jika mengalami kesulitan. Tapi berhati-hatilah dalam memilih teman, karena dalam sebuah hadits dikatakan bahwa teman yang baik adalah seperti seorang penjual minyak wangi sedangkan teman yang buruk adalah seperti seorang pandai besih.

Berteman dengan seorang pemabuk bisa jadi kita akan terbawa mabuk, berteman dengan seorang perokok bisa jadi kita akan ikut merokok. Kenapa penulis katakan bisa terbawa karena dengan berteman dengan seorang pemabuk misalnya, kita pasti akan ditawari minum, meskipun hanya sedikit. Dan juga sama halnya jika berteman dengan seorang perokok, bahkan tidak kenal pun terkadang kita akan ditawarinya.

Tapi sebaliknya dari semua itu adalah jika kita berteman dengan seorang yang rajin mengaji, rajin sholat tentunya kita akan terbawa juga seperti itu. karena berteman dengan orang-orang yang baik, mereka tidak henti-hentinya selalu memberikan nasihat kepada kita jika kita melakukan kesalahan, dan juga tentunya kita akan diajaknya untuk suatu kebaikan. Seperti halnya tatkala azan berkumandang, maka teman yang baik akan selalu mengingatkan dan mengajak untuk memenuhi panggilannya untuk sholat berjama’ah.

Pilihan kembali kepada Anda, tapi saya sarankan pilihlah teman yang baik karena seseorang itu tergantung pada agama temannya. Jika temannya baik maka kita pun akan terbawa baik dan jika temannya buruk maka kita pun akan terbawa buruk. Semoga tulisan yang singkat ini menyadarkan akan pentinnya dalam memilih seorang teman.


9.5.09

Download Murotal Syeikh Musyari' Rasyid Juz 30

Sekarang aku mau bagi-bagi mp3 al-qur'an syeikh Musyari' Rasyid nih teman-teman.  Dengan mendengar ini, selain dapat mententramkan hati juga dapat pahala tentunya. Tapi kalau mendengarkan ini jangan keras-keras ya, takut menggangu teman yang duduk di sebelah kalian.
Silahkan klik nama surah di bawah ini untuk mendownloadnya: