13.4.09

Memanfaatkan waktu luang

Memanfaatkan waktu luang
Apakah Anda termasuk orang yang sangat sulit untuk mendapatkan waktu luang. Setiap hari dari pagi sampai malam Anda bekerja dan bekerja. Untuk karir bagi Anda di atas segalanya, sehingga tiada waktu yang disia-siakan. Namun ada saatnya juga Anda harus mengalihkan waktu dan tenaga dari rutinitas seperti itu, jika Anda
tidak ingin stress atau depresi yang selanjutnya akan membahayakan kesehatan baik fisik maupun psikis Anda. Di bawah ini ada beberapa kegiatan yang sangat sehat dan bermanfaat untuk dilakukan di saat waktu senggang Anda:

Olahraga dan rekreasi

Mungkin selama ini Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan atau juga bagi Anda seorang mahasiswa yang sibuk dengan tugas-tugasnya dari pagi sampai malam dan nyaris tidak ada waktu luang untuk urusan lain di luar itu. Ketika ada kesempatan senggang seperti libur week end atau libur semester, pakailah untuk olahraga dan rekreasi, karena akan menyegarkan dan memberi energi baru pada Anda.

Hiburan

Lupakan sejenak semua kepentan dan kerumitan pekerjaan maupun tugas-tugas Anda. Carilah hiburan seperti piknik ke pegunungan, pantai atau yang dapat menghibur diri Anda. Asalkan semua itu tidak mengarah ke hal-hal yang berbau maksiat.

Perjalanan

Waktu luang juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan jauh, seperti ke tempat wisata atau kedaerah-daerah pedalaman. Di sana tentunya banyak pengalaman baru yang bisa mengalihkan Anda dari penatnya rutinitas sehari-hari.

Salurkan bakat

Jika Anda merasa memiliki bakat kenapa tidak Anda salurkan bakat tersebut, dengan menyalurkan bakat yang Anda miliki percayalah Anda akan mendapatkan kesegaran dan semangat yang baru.

Sosialisasi

Perbanyaklah bergaul dengan lingkungan sekitar Anda tinggal, kumpul-kumpul dengan sesama warga se-RT. Pergunakan waktu luang Anda dengan menjalin komunikasi dengan tentangga, melalui sarana olahraga, arisan atau kerja bakti.

Kumpul keluarga

Ciptakan kemesraan dengan keluarga, saat yang tepat untuk mengenal lebih dekat karakter anggota-anggota keluarga sendiri, keluarga jauh dan sanak famili adalah dengan berkumpul-kumpul. Paling tidak waktu yang selama ini tersita untuk urusan karir bisa terbayarkan. Meskipun tidak seberapa. Dengan demikian, Anda tidak menjadi orang asing di antara anggota keluara sendiri.

Merapikan tempat tinggal

mengecat dinding rumah atau kamar, membersihkan tempat kos, membersihkan halaman dan sebagainya bisa menciptakan kenyaman dalam kehidupan Anda.

Membenahi kehidupan religius

Jika sebagian besar waktu Anda digunakan untuk urusan duniawi, waktu luang sebaiknya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena ini merupakan tujuan kita diciptakan. Banyak sekali cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya, seperti menunaikan amalan sunnah sehari semalam, membaca Al-Qur'an, berziarah ke kuburan, dan yang lainnya, asalkan semua ibadah tersebut ada contohnya dari Al-Qur'an dan Hadist Nabi yang shohih. Ketenangan jiwa akan Anda dapatkan dan ini merupakan kekuatan yang tiada tandingannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup.

Akhirnya semua saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena hanya atas izin-Nya dan kesungguhan kita semua, sehingga kita bisa memanfaatkan waktu luang yang ada dengan baik.

Referensi: Majalah genie

***
Penulis: Ade Setio
Artikel www.ibnuyatmin.blogspot.com

Download filenya dalam bentuk pdf disini.

Membangun Perilaku Time Management

Membangun Perilaku Time Management
Pada artikel yang sebelumnya penulis telah memberikan bagaimana cara supaya pintar dalam manajemen waktu. Nah...sesuai dengan janji penulis kemarin, penulis akan memberikan bagaimana cara membangun perilaku time management. Sebelum berlanjut perlu diketahui karena begitu pentingnya
waktu,Tuhan kita pun Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai bersumpah atas nama waktu, dalam firmannya yang artinya: Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran. (QS. Al 'Asr : 1-3)

Waktu adalah sangat berharga karena tidak dapat dihentikan, sehingga kita harus bisa menata waktu dengan baik supaya kita bisa bekerja lebih efektif, efisien, “cerdas” dan produktif. Semua itu didapat dengan cara membangun perilaku kerja yang peduli dan menghargai nilai waktu yang tiada taranya. Dibawah ini ada beberapa tips untuk membangun perilaku Anda agar peduli dengan management waktu:

Jangan menunda pekerjaan

Bagian yang sulit adalah memulai. Apalagi jika Anda tidak punya cukup bekal untuk mengerjakan suatu tugas. Janganlah menunggu datangnya ide, segera mulai pekerjaan Anda. Ketika Anda memulai, Anda akan mengetahui apa yang harus Anda kerjakan.

Proaktif

Tidak semua yang ingin Anda butuhkan datang dengan sendirinya. Menunggu hanya akan menghabiskan waktu Anda. Mulai sekarang bersikaplah proaktif, jangan hanya berharap dan mengeluhkan keadaan tapi bangkitlah dari kursi Anda dan temui masalah yang menghambat. Selesaikan di tempatnya dengan segera. Perlu diingat kata-kata ini 'bila Anda tidak melakukan apa-apa, Anda pun tidak mendapatkan apa-apa.

Hentikan kegiatan yang menghabiskan waktu

Bermain ke rumah atau kos teman, mengobrol di telepon ataupun ponsel, menjelajah dan chating di internet, saling berkirim email, memang mengasyikkan, bisa menambah wawasan dan jaringan kerja, bahkan bisa mengurangi kelelahan dan stress Anda. Tetapi, jika itu semua itu tidak ada hubungannya dengan apa yang harus Anda kerjakan, maka Anda hanya akan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga, mulai sekarang lakukanlah sesuatu yang benar-benar bermanfaat.

Delegasikan tugas-tugas

Salah satu pembunuh waktu adalah mengerjakan semuanya dengan sendirian. Salah satu idiom manajemen yang kesohor adalah “melakukan sesuatu melalui orang lain”. Ini bukan untuk memberatkan orang lain, namun agar kita bisa mengerjakan sesuatu yang jauh lebih penting dan produktif sesuai dengan kapasitas dan tanggung jawab kita. Pertimbangkan dengan baik jika ingin mendelegasikan tugas-tugas, jangan sampai pendelegasian itu justru menyia-nyiakan waktu orang lain. Waktu yang Anda dan orang lain miliki adalah sangat berharga.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kemudahan bagi para pembaca dalam membangun perilaku time management, aamiin......

Referensi: Majalah genie

***

Penulis: Ade Setio
Artikel www.ibnuyatmin.blogspot.com

Download filenya dalam bentuk pdf di sini

11.4.09

Pintar Dalam Manajemen Waktu

Pintar Dalam Manajemen Waktu
Apakah Anda pernah merasa waktu sehari kurang untuk menyelesaikan segala sesuatu? Apakah Anda pernah merasa terlambat? Betapa pentingnya waktu, terutama di saat-saat Anda harus menyelesaikan begitu banyak pekerjaan. Anda tentu tidak jarang merasa dikejar-kejar waktu atau dikejar deadline, sehingga tidak salah orang mengatakan ‘waktu adalah emas’.
Berikut ini beberapa tips buat Anda dalam mengatur waktu sehingga insya Allah hidup Anda bisa tertata dengan baik. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Sebelumnya saya mengutip artikel ini dari sebuah majalah bernama “genie” yang saya dapatkan dari rumah Pakdeh saya sehabis jogging ke PM(Plaza Metropolitan) Tambun.

1.Buat daftar “yang harus dilakukan” setiap hari.

Tempatkan pada urutan paling atas untuk hal-hal yang paling penting dan lakukan itu pada kesempatan pertama. Jika hasil yang Anda capai memuaskan, jangan lupa memberi pujian atau hadiah untuk diri sendiri.

2.Gunakan waktu luang dengan baik.

Beberapa bacaan atau kertas tugas dapat dipelajari selama perjalanan di dalam bus (daripada melamun yang tidak-tidak, iya kan?)

3.It’s Okay to say “No”.

Jika ada tugas mendadak yang datang dari orang lain atau atasan sehingga Anda harus lembur, sementara esok harinya ada tugas yang lebih penting yang harus diselesaikan, jangan sungkan menolak dengan alas an yang masuk akal. Artinya, Anda harus disiplin dan patuh pada prioritas- prioritas jangka pendek dan jangka panjang yang telah dibuat.

4.Temukan waktu dan mood yang tepat.

Anda akan bekerja secara efisien dan efektif jika Anda bisa mengindentifikasikan kapan waktu dan mood yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Sebagai contoh, jika otak Anda terasa encer di sore hari untuk mengerjakan hitung-hitungan, jangan ditunda sampai larut malam.

5.Lakukan review pada catatan setiap hari.

Lihat kembali catatan atau tugas yang sudah Anda kerjakan, sehingga selain mengoreksi kesalahan yang mungkin ada, juga penguasaan Anda akan materi itu semakin bagus.

6.Komunikasi skedul anda pada orang lain.

Teman-teman, rekan bisnis atau anggota keluarga Anda perlu tahu rencana dan skedul kegiatan Anda, sehingga mereka tahu kapan Anda sibuk, kapan Anda punya waktu luang dan sebagainya.

7.Buat budgeting waktu.

Hitunglah jumlah waktu luang Anda dalam sepekan. Buatlah rencana untuk diri Anda sendiri sesuai waktu luang itu dan sesuaikan aktivitas Anda.

8.Jangan larut dalam kegagalan atau kekecewaan.

Apakah Anda menghabiskan seluruh waktu hanya untuk menyesali diri karena gagal melakukan suatu tugas atau tidak sempat melakukannya? Apakah itu sangat fatal? Dari pada harus terus merenung, lebih baik lakukan sesuatu, meskipun sedikit.

9.Tetapkan tujuan yang realistis.

Tujuan yang terlalu tinggi atau tidak realistik hanya akan membuat Anda gagal dan stress.

10.Mengetahui lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu tugas.

Anda harus tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untu menyelesaikan tugas-tugas sehingga itu akan menuntut Anda bersikap realistis. Anda juga perlu mempertimbangkan kemampuan Anda dan tim Anda dalam menyelesaikan tugas.

11.Jangan terpaku pada lama waktu yang Anda rencanakan.

Jika bisa diselesaikan lebih cepat, kenapa tidak segera dituntaskan, sehingga Anda bisa mengerjakan yang lain. Mungkin tugas atau rencana berikutnya sangat membutuhkan waktu agak longgar untuk mencapai hasil yang maksimal.

12.Kerjakan satu per satu.

Salah satu kunci sederhana dalam manajemen waktu adalah fokus pada suatu aktivitas. Anda takkan bisa mengerjakan dua tugas sekaligus dengan intensitas perhatian yang sama.

13.Hindari hal-hal kecil yang menyita waktu.

Disiplin untuk tetap mengerjakan apa yang telah Anda urutkan sesuai dengan prioritas. Sesekali Anda tergoda untuk melakukan hal-hal kecil itu boleh-boleh saja, tapi gunakan itu untuk refreshing dan menyegarkan pikiran kembali. Tapi, jangan sampai keterusan dan meyita lebih banyak waktu Anda.

14.Gunakan alat bantu Time Management.

Sekarang sudah banyak dijual berbagai produk manajemen waktu, seperti agenda, to do list dan lain-lain.

Terimakasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memudahkan jalanku untuk mencari sebuah ilmu. Dan saya ucapkan juga terimakasih kepada majalah genie yang telah memberikan sebuah tips yang bagus. Insya Allah Artikel selanjutnya masih berhubungan dengan manajemen waktu yaitu membangun perilaku time management.

Referensi: Majalah genie

***
Penulis: Ade Setio
Artikel www.ibnuyatmin.blogspot.com

Download filenya dalam bentuk pdf klik disini

4.4.09

Solusi Permasalahan ketika memberi ukuran pada program Inventor Versi 5

Pernahkan anda mengalami masalah ketika memberikan ukuran pada program Inventor versi 5,
padahal laptop yang anda miliki bisa dikatakan laptop yang memiliki kriteria/spesifikasi yang bagus? Jika ya jawabannya maka di bawah ini ada sedikit cara agar kita bisa menggunakan program tersebut dengan nyaman terutama ketika memberikan ukuran. Berikut langkah-langkahnya:

1.Klik kanan pada dekstop anda kemudian pilih properties. Sehingga akan tampil bagian Display Properties. Atau dapat juga melalui Control Panel dan pilih Display.


2.Pada Display Properties pilih tab menu Settings dan pilih Advanced.


3.Kemudian pada bagian properties VGA kita pilih Troubleshoot dan kemudian sorot ke bagian Hardware Acceleration dan geser posisi dari Full ke None. Kemudian klik Apply.



4.Restart komputer Anda dan lihat bedanya!

Selamat Mencoba !!!

***
Penulis: A. Setio Bin Yatmin

Artikel www.ibnuyatmin.blogspot.com




3.4.09

Ucapkan Ya Untuk Pernikahan Dini

Ucapkan Ya Untuk Pernikahan Dini
Ada salah satu dari temanku bercerita ketika kami sedang makan-makan dan minum-minum di FoodCourt walaupun hanya dengan nasi kucing dan segelas es teh. Temanku bercerita kalau teman dari temannya
telah menghamili seorang gadis (mahasiswi) katanya sih di tempat kosnya tersebut sangat bebas, dalam arti boleh membawa teman perempuan masuk ke kamar. Entah bagaimana kejadian yang sangat di benci Allah tersebut bisa terjadi. Jika ingin melakukan hal tersebut kenapa sih gak nikah dulu aja, bukankah kalo sudah nikah tidak ada yang perlu ditakutkan. Itulah hal menyebabkan aku mencoba memposting tulisan dari majalah ElFata Vol. 4 no. 06/2004.

Pada tahun 80-an masyarakat Yogyakarta dibuat heboh dengan hasil penelitian seorang pelajar SMU yang menunjukkan semakin mananjaknya angka pergaulan bebas dikalangan mahasiswa. Kini mereka dibuat gempar lagi dengan penelitian serupa. Hasilnya 97.05 % mahasiswi kota pelajar yang menjadi responden ini ternyata sudah raib keperewanannya saat masih kuliah. Na’udzubillah! Angka tersebut diperoleh dari penelitian yang digarap oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan dan Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH).

Yang mengherankan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa paksaan dan tekanan dari siapapun alias suka sama suka dan merasa ada kebutuhan. Bahkan sebagian mengaku telah melakukannya dengan lebih dari satu pasangan dan ini tidak bersifat komersil.

Menurut lip Wijayanto, Direktur Eksekutif LSCK PUSBIH penelitian dilakukan selama 3 tahun berturut-turut terhitung mulai Juli 1999 sampai Juli 2002 dengan melibatkan 1660 responden dari 16 perguruan tinggi negeri atau swasta di Yogyakarta.

Dari semua responden tersebut 97,05 % mengaku sudah hilang keperawanannya saat masih kuliah. Hanya 3 responden saja (0,18 % saja) yang mengaku sama sekali belum pernah melakukan kegiatan seks termasuk masturbasi. “Ketiga responden juga mengaku belum pernah mengakses tontonan/bacaan berbau seks”, ungkap lip Wijayanto. (detik.com)

Siapa dalangnya?

Meski tidak seratus persen percaya dengan hasil survey tersebut tapi kita tetap layak untuk mengelus dada. Ternyata kejadian seperti kasus di atas bukan hanya bikin kelabakan manusia di tanah air kita saja. Amerika yang liberal bin sekuler saja juga tengah panik menyaksikan detik-detik kehancuran remajanya yang kian heboh melakukan pergaulan bebas. Data dari peneliti di Boston, Massachusetss, AS menyebutkan 47 % pelajar SMP kelas 3 Amerika telah melakukan seks bebas. Hanya 23 % saja yang tidak mau pacaran tapi oke-oke saja diajak berbubungan seks (sama saja bohong).

Lalu bagaimana dengan siswa SMU-nya? Waah… lebih takut lagi! Data yang diperoleh PBB menunjukkan bahwa lebih dari 80 % siswa SMU Amrik pernah ber-seks bebas. Setidaknya mereka mengaku pernah melakukan sekali saat di survey PBB.

Bahkan parahnya mereka menganggap bahwa hal itu adalah wajar-wajar saja. Bahkan ada juga yang setuju sekali dengan buhungan macam itu. Setidaknya 30,4 % yang OK dan setuju sama seks bebas dan 47,8 % yang berpendapat kalau hal tersebut bisa dimaklumi.

Nikah Dini?

Nah, semua data yang sudah terungkap disini seharusnya membuat para orangtua khawatir saat menjumpai anak-anak kesayangannya pada melakukan apa yang disebut sebagai pacaran. Begitupun dengan para aktivis fundamentalis pacaran semestinya sadar diri dan memulai berpikir panjang kembali jika mau meneruskan aktivitas haram itu.

Dari pada pacaran yang full maksiat seperti itu lebih baik berpikir solusi yang paling aman sekaligus berpahala. Satu-satunya solusi yang tanpa resiko dosa dan so pasti terjamin keamanannya hanyalah segerakan menikah!

Walau tidak sedikit kamu yang protes berat baik dari kalangan orangtua atau remaja sendiri. Sebab buat kebanyakan remaja yang namanya nikah dini itu sama sekali tidak terbayang rasanya. Saat ini yang mereka tahu hanya main, main dan main terus! Bahkan yang namanya pacaran buat mereka dianggap hanya main-main saja! Lho kok main-main sama anak orang? Remaja yang sudah siap dari segi material saja mengaku tidak waktu ditantang nikah sama pacarnya. Usut punya usut ternyata dia memang tidak mau mempunyai komitmen dan terkait dengan pasangan hidupnya. Ia sendiri punya pacar lebih dari satu lho..

Ancaman Remaja Makin Global

Ingat ya kalau remaja kita diberi lampu merah buat nikah muda lalu bagaimana upaya untuk menanggulangi pergaulan remaja yang semakin brutal ini? Padahal masa transisi dari anak-anak menuju dewasa berlangsung lebih cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda dari pada usia ideal menikah.

Informasi global (audio visual) yang semakin mudah diakses adalah salah satu bahaya laten yang mengancam remaja dimana-mana. Pada akhirnya, tidak bisa dipungkiri siapapun kalau faktor tadi akan mempercepat usia awal seksual aktif serta berekses pada kebiasaan berperilaku seksual beresiko tinggi. Film-film yang hot, mulai dari berdua-duaan, berpelukan, bahkan aktivitas yang lebih jauh lagi ditambah dengan tontonan aurat gratis berseliweran dimana-mana. Ini semua tentu tambah menstimulan remaja untuk hobi mengkhayal yang tidak-tidak. Sehingga mereka semakin cepat menuju kedewasaan.

Nikah Dini = Solusi Teraman

So, pertanyaan besar yang harus dijawab oleh para orangtua dan remaja yang masih tidak setuju dengan pernikahan dini, apa solusi bagi para remaja di tengah arus informasi yang semakin tidak karuan ini?? Apa iya harus rela melegalkan free sex?
Disinilah hebatnya islam yang dengan tegas mendorong para pemuda yang sudah mampu untuk segera menikah.

“Wahai para pemuda, barang siapa yang telah mampu hendaknya menikah, sebab menikah itu akan lebih menundukan pandangan dan akan lebih menjaga kemaluan. Kalau belum mampu hendaknya berpuasa sebab berpuasa akan menjadi perisai bagimu” (Bukhari dan Muslim)

Siap-siap

Tapi bagaiman jika para remaja belum juga siap mental? Naah... bukankah sudah menjadi tugas orangtua untuk menyiapkan anak-anaknya agar bisa berpikir dewasa dan matang sehingga sudah bisa memahami apa yang disebut dengan tanggung jawab. Jadi walau mereka belum berpikir untuk nikah tapi sudah mempunyai kepribadian yang matang, Usamah bin Zaid saja menjadi panglima perang saat usianya masih 18 tahun lho?
Bagaimana kalau soal ekonomi? Katanya Muhammad Fauzhil 'Adhim (peulis buku “Indahnya Pernikahan Dini” dan buku-buku lain tentang pernikahan) bahwa para pria tidak mau menikah karena soal ekonomi adalah korban kapitalisme.

Buktinya.... Muhyono mahasiswa semester 5 jurusan Matematika IPB yang baru 20 tahun yang menikahi kakak kelasnya yang mengambil jurusan Kimia semester 11 ini berkomentar “Menurut saya yang paling penting dalam memulai pernikahan adalah keyakinan pada Allah bahwa Allah akan memudahkan rezeki kepada mereka yang menikah. Hal inilah yang memunculkan optimisme saya untuk memasuki jenjang pernikahan. Alhasil sejak saya menikah bulan Mei 2002 saya sudah mandiri dan tidak pernah disuplai orangtua”.

Percaya tidak nikah itu bukan soal ekonomi tetapi lebih kesoal kematangan pemikiran dan keyakinan. Walaupun soal kematangan diri dalam memimpin rumah tangga ini bukan hal gampang meski tidak bisa juga dibilang susah. Interaksi dengan nilai-nilai islamiyah yang membuat seorang matang dan sadar diri. Kuncinya : mau belajar dan menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Ini bukan pula soal umur lhoooo. Tidak sedikit yang nikah di usia dewasa tapi karena tidak pernah ta'lim/belajar ilmu agama yang benar akhirnya bubar juga ditengah jalan! Bakankah Aisya menikah diusia yang teramat muda? Siapa berani mencontoh Aisya?

Kalau begitu apa yang layak kita ucapkan untuk pernikahan dini islami? Katakanlah ya!