13.11.08

Perasaan yang terungkap

Sebuah pertanyaan mungkin akan menjawab semuanya? Mungkin dia akan bertanya-tanya kenapa kamu suka dengan aku? Aku pun tidak tahu pasti kenapa aku bisa ada rasa suka terhadapnya, dan kenapa juga aku harus mengungkapkan perasaanku terhadap dirinya. Bukankah biasanya juga aku selalu memendam perasaanku jika aku sedang mengalami penyakit jatuh cinta. Tapi kenapa terhadap dirinya aku sangat berani untuk mengungkapkannya dengan mengatakan aku cinta kamu dan sejenisnya. Aku pun ingin kembali bagaimana rasanya pacaran setelah sekian lamanya aku berlepas diri dari yang namanya pacaran. Mungkin aku pun salah jika aku menembak dia dengan cepat, coba aja bayangkan baru juga bertemu beberapa hari sudah langsung nembak. Ini kan akan membuat si dia jadi penasaran. Coba kalo kemarin aku tahan dulu perasaanku terhadap dirinya dan menjadikan teman dahulu, mungkin aja dia akan menerima ku apa adanya, hehe…. Aku sangat senang bila bertemu dengannya, melihat wajahnya, walaupun dia belum menggunakan jilbab. Aku hanya melangkahkan kakiku atau naik kendaraan menuju ke Naga Mall jika aku ingin menemuinya. Dan aku sangat kecewa jika dia bersama laki-laki lain. Tepatnya tanggal 31 Juli 2007 Aku pun berjalan dengannya ke BTC dan menikmati nonton film bioskop berdua dengannya, tiket bioskop pun dibayarinya, itu pun awal di mana aku masuk bioskop dengan seorang yang aku cintai meskipun dia belum mencintaiku. Semua berjalan sangat cepat hingga waktu sore pun tiba, aku sadar saat itu aku belum menunaikan sholat ashar, sehingga aku pun meminta kepadanya untuk menuju ke mushola dulu sebelum pulang. Dan selesai sholat kami menuju ke sebuah tempat makan dan makan berdua bersamanya dan lagi-lagi dia yang membayarkannya. Tidak tau kenapa aku semakin cinta dengannya. Aku berusaha untuk menemuinya, menghubunginya, mengabarinya setiap saat. Aku pun berusaha untuk memberikan hadiah kepadanya, aku sempat memberikannya sebuah pin dan gantungan kunci yang bertuliskan UGM sebagai tanda persahabatan, karena saat aku mengatakan perasaan ku dia mengatakan kenapa kamu bisa mencintaiku? dan dia pun menginginkan berteman saja. Biarpun begitu aku berusaha untuk mendapatkannya sampai-sampai aku menembaknya yang kedua kalinya, tapi tetap saja dia hanya menginginkan berteman saja dengan ku dan tidak lebih dari itu. Aku pernah merasakan perubahan yang berbeda terhadap detak jantung ku saat aku berada di jogja yang mana aku sangat jauh darinya sehingga aku pun berusaha untuk melupakan semua kenangan yang ada dan ini merupakan terapi untuk mengobati penyakit kasmaran. Setelah aku menghapus semua kenangan yang ada dimana aku sedang ingin menghubunginya ternyata sangat sulit untuk mengetahui kabarnya, aku pun tidak tahu mengapa dia tidak meng-sms-i ku walau sesaat. Mungkin karena dia tidak ada perasaan suka terhadap diriku. Saat liburan yang lalu tepatnya di bulan juli juga aku pun kembali menemuinya, saat ku cari di tempat dia biasa bekerja aku tidak menemukannya, ketika aku mau pulang aku pun kembali ketempat tadi dan menanyakan kepada yang lain dan ternyata dia pindah ke photo box yang, aku pun senang sekali saat bertemu kembali dengannya. Aku pernah mengajaknya untuk foto bareng tapi dia tidak mau. Sebelum kembali ke jogja aku pun meminta foto dia sebagai kenangan ku sehingga jika aku kangen dengannya aku bisa sewaktu-waktu melihat fotonya. Aku sangat berterimakasih kepada dia karena sudah mau memberi fotonya ketika aku memintanya, dan juga kenangan bersama dirinya. Sampai sekarang aku pun masih ragu untuk mengetahui perasaannya.


Story by: Ade Setio

No comments:

Post a Comment