14.6.10
8.10.09
Masuk kamar mandi memakai sandal
Kebersihan memang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kebersihan adalah tolak ukur sifat seseorang. Termasuk kebersihan di dalam kamar mandi. Kita tau bahwa kamar mandi hampir kita kunjungi minimal sehari 2 kali. Tapi bagaimana jika kamar mandi yang kita kunjungi itu kotor termasuk oleh pengguna yang memakai sandal ketika masuk. Tidak mengapalah kalau kamar mandi yang ada di terminal, stasiun atau kamar mandi pinggir jalan umum lainnya. Tapi apa jadinya kalau di rumah sendiri mesti juga memakai sandal?Mungkin tidak masalah jika sandal yang digunakan adalah sandal khusus untuk masuk kamar mandi. Tapi masalahnya adalah bagaimana jika sandal yang digunakan merupakan sandal untuk keluar rumah. Itu malah membuat jengkel pengguni lainnya, bukan? Tapi yang jadi pertanyaan adalah mengapa dia mesti memakai sandal ketika masuk kamar mandi? Apa ada hubungannya dengan kesehatan?
Tidak mengapalah kalau ada hubungannya dengan kesehatan itu juga buat kebaikkannya tapi yang harus orang ini lakukan adalah berkata kepada teman-temannya mengapa dia memakai sandal ketika mandi atau keperluan lainnya ketika di kamar mandi, supaya teman-temannya menilai bahwa dia seperti itu karena ada gangguan di kakinya, sehingga tidak ada penilaian negatif dari teman yang lain. Dan seharusnya dia memakai sandal khusus untuk di kamar mandi dalam artian tidak dibawanya keluar rumah. Sehingga kamar mandi pun tidak kotor akibat tanah/debu yang terbawa karena sandal.
Harapan saya adalah cobalah untuk menjadi orang yang menjaga kebersihan, baik itu di luar rumah maupun di dalam rumah termasuk di dalam kamar mandi. Dan selalu menjaga adab-adab di dalam kamar mandi.
Semoga ada manfaatnya !!!
Tidak mengapalah kalau ada hubungannya dengan kesehatan itu juga buat kebaikkannya tapi yang harus orang ini lakukan adalah berkata kepada teman-temannya mengapa dia memakai sandal ketika mandi atau keperluan lainnya ketika di kamar mandi, supaya teman-temannya menilai bahwa dia seperti itu karena ada gangguan di kakinya, sehingga tidak ada penilaian negatif dari teman yang lain. Dan seharusnya dia memakai sandal khusus untuk di kamar mandi dalam artian tidak dibawanya keluar rumah. Sehingga kamar mandi pun tidak kotor akibat tanah/debu yang terbawa karena sandal.
Harapan saya adalah cobalah untuk menjadi orang yang menjaga kebersihan, baik itu di luar rumah maupun di dalam rumah termasuk di dalam kamar mandi. Dan selalu menjaga adab-adab di dalam kamar mandi.
Semoga ada manfaatnya !!!
6.9.09
Di Balik Sebuah Nama Oites Eda
Pada artikel ini penulis akan memberi informasi mengenai nama penulis yang ada di Facebook (Oites Eda), berawal dari adanya beberapa pesan dari temanku yang menanyakan siapa sih Oites Eda. Entah apa dia benar-benar tidak tahu atau hanya sekedar pura-pura tidak tahu. Bahkan ada yang menganggap bahwa Oites Eda adalah orang luar negeri. Terus dari mana aku memilih nama Oites Eda?Sebenarnya mudah saja sih untuk mengetahui siapa sebenarnya Oites Eda yaitu dengan membacanya dari belakang, sebelum berlanjut silahkan teman-teman baca Oites Eda dari belakang! Dan akan menghasilkan kata apa?
Semua terinspirasi dari salah seorang temanku di Facebook dan dia juga teman sekelasku ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (sebut saja SMK) yang bernama Adiputra. Di Facebook dia memberi namanya dengan Adiputra Artupida. Kata Artupida adalah kata Adiputra yang terbaca dari belakang.
Setelah mengetahui hal tersebut, saya pun berinisiatif untuk menirunya dan hasilnya adalah nama saya terbaca Oites Eda ketika dibaca dari belakang. Sekarang bagaimana, apa kalian juga mau mencoba membaca nama kalian dari belakang?
Terakhir dari tulisan ini, aku ucapkan terimakasih kepada Sang Pencipta atau karunia yang telah diberikan dan juga kepada sahabatku yang bernama Adiputra (atau nama lengkapnya I Nyoman Martin Adiputra) akan hal tersebut. Semoga banyak ide-ide bermanfaat lainnya.
3.9.09
Teman-Teman Memanggilku Dengan Sebutan “Pak Jeng”
Pak jeng (pak Jenggot), kata yang sering muncul dari ucapan teman-teman ketika memanggil nama saya, entah itu di kelas, di kampus, bahkan di salah satu organisasi ku pun memangggil nama ku dengan sebutan “pak jeng”.Kalau ditelusuri kembali ternyata panggilan tersebut berawal ketika saya mengikuti salah satu kegiatan yang bernama “jalan juang” yang di adakan oleh satu satu organisasi yang saya ikuti, tepatnya ketika bermain futsal di waktu pagi hari di tempat tinggal mentri sosmas (2008). Dan salah satu PH bilang “pak jeng membawa bola/ayo pak jeng”.
Saat itulah sebabnya mengapa teman-teman ku ikut memanggil namaku dengan sebutan pak jeng. Aku harap sih sebutan tersebut bukanlah penghinaan atas diriku yang mempunyai jenggot, melainkan hanya sebutan nama saja (karena ketidaktahuan). Dan sebutan tersebut terbawa sampai kelas, karena ada dari mereka yang ikut organisasi yang aku ikuti (bisa dibilang dia lebih dulu dari aku).
